27 Des 2011

KONSEP PEMBANGUNAN KOTA BALIGE

Buku ini dibuat pada tahun 2005 oleh Budiyanto Tambunan, SE dan Ronny Susandi Siahaan, ST yang bertujuan menyatukan perspektif/ pandangan pembangunan di Kota Balige untuk Pembangunan Kedepan.
Kabar baik dari terbitnya buku ini adalah dari 10 Point yang dituju, sudah 3 dari item tersebut yang sudah terbangun yaitu: Vegetasi (Green Line) sebagai Penegas Aksesibilitas/ Path (Kota), Riol/ Drainage Kota dan Sanitasi Pasar Balige, Serta Bantuan Pembangunan/ Perbaikan Kualitas Pasar Balige dan Bantuan Perbaikan/ Pembenahan DI Panjaitan.
Diharapkan Banyak Lagi sumbangan "Pemikiran" maupun dalam bentuk Bantuan Langsung yang dapat memajukan Balige yang juga menjadi Kebanggan Anak Batak Toba Khususnya Putra Balige di Perantauan.
Pola Pikir













Latar Belakang [Background]
Profil Kota Balige
Balige sebagai Ibukota Kabupaten Toba Samosir yang juga merupakan salah satu kota tersibuk disekitar kawasan Danau Toba. Hal tersebut dikarenakan kota Balige ini merupakan jalur lintas Sumatera dan juga sebagai gerbang penghubung antara Pulau Sumatera dan Pulau Samosir.
Kondisi tersebut  lambat laun membuat kota Balige ini berkembang dengan sendirinya merespon kebutuhan para pendatang maupun transitor yang akan menyeberang, dengan memberikan jasa maupun usaha dagang dan membangun kios-kios maupun toko yang tumbuh secara Sporadis.
Kios-kios yang tumbuh tersebut dengan sendirinya membentuk suatu area bisnis/ Perdagangan tersendiri yang biasa dikenal dengan Central Distric Business (CDB).
Perkembangan wajah kota yang lahir secara sporadis tersebut mengakibatkan ketidak teraturan dalam penataan ruang kota, hirarki maupun Indentitas (Jati diri) dari kota Balige tersebut terjadinyalah pemanfaatan lahan yang berlebihan yang mengakibatkan Conflict Spatial. Tumpang tindihnya antara banyaknya aktivitas dan pengguna kota Balige yaitu antara pelintas (Transitor), Pemukim maupun Pembelanja.
Sehingga perlu adanya ‘PEREMAJAAN KEMBALI’ wajah kota Balige yang ada saat ini dengan memberikan ketegasan space atau ruang, yang dimaksudkan untuk memberikan suasana sesuai dengan yang diinginkan menurut kebutuhan district/ areanya masing-masing tanpa menghilangkan prilaku maupun budaya setempat.

Existing

















Permasalahan [Main Issue ]
1.Berubahnya wajah kota yang tidak terkendali yang mengakibatkan pudarnya jati diri dari Kota Balige
2.Pemanfaatan ruang/ lahan yang berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya tumpang tindih (Conflict Spatial) antar aktivitas/ prilaku yang berbeda pada satu kawasan yang sama.
3.Belum memanfaatkan Infrastruktur yang tersedia secara optimal.
4.Tidak adanya lahan parkir yang memadai sehingga menyebabkan banyaknya titik kemacetan sepanjang Jalan Utama.(Jl. Sisingamangaraja).
5.Hak atas tanah untuk kepentingan fasilitas umum. Status Kepemilikan Tanah di Kota Balige mayoritas Tanah Ulayat/ Adat/ Keluarga. Sehingga sulit untuk melepaskan tanahnya.

Identifikasi Permasalahan [Identify Problems]
1.Mengembalikan Jati diri Kawasan dengan menata kawasan Central Distric Bisnis sesuai dengan landscape yang ada.
2.Adanya penzoningan dan intersection yang baik antar pengguna kawasan.
3.Penyajian lingkungan yang menarik dari segi kerapihan, ketertiban maupun kebersihan dangan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia pada kawasan.
4.Penggunaan material, warna dan tekstur yang dapat memberikan suasana yang alami dan ditunjang dengan motif dari ciri budaya lokal setempat pada taraf desain nantinya.

Tujuan dan Sasaran [Objective & Destination]
Tujuan
Menata kawasan kota yang sudah terbentuk dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan penataan ruang perkotaan dari fasilitas Tecnical dan sosial infrastruktur (Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial) yang sudah tersedia dan memanfaatkannya secara Optimal dan Efisien.
Sasaran
Terwujudnya kota Balige yang indah, teratur, bersih dan nyaman yang dapat menampung semua aktivitas pengguna kawasan dengan mempertahankan nuansa Budaya Lokal (Batak Toba).

Karakteristik Kawasan [Characteristic Site]
Parameter Kota Balige
Kota Balige merupakan sebuah kota transisi atau kota peralihan dari tradisional ke kota yang modern. Dimana struktur perkotaanya sangat kompleks dan unik, sehingga keberadaan ini haruslah dipertahankan guna menyelamatkan ciri budaya lokal yang masih ditemukan di kota ini.
Iklim kota Balige dipengaruhi oleh peruntukan kota dengan area yang berada pada tepian Danau Toba dan kaki Bukit Barisan dengan suhu 17ºC - 29ºC, kelembaban rata-rata 85,04%.
Pada pembentukan ruang dan bangunan sudah mengarah kepada perkotaan yang modern, dengan kultur sosio budaya dan komunitas yang heterogen tetapi jiwa kebersamaannya tetap menganut sistem tradisional.
Secara keseluruhan, pola dan struktur kota Balige dipengaruhi oleh Iklim, Prilaku/ Tradisi masyarakat yang mempertahankan kebersamaan (Asli), Budaya yang masih kuat, namun merespon para pendatang baru dengan upaya-upaya pemberian jasa seperti berdagang (Toko/ Kios) dsb.

Strategi [Strategy]
Strategi dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pendekatan perencanaan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yang antara lain:
-Adaptasi dan orientasi terhadap karakteristik Site.
-Transformasi terhadap lingkungan budaya maupun sosial.
-Memvisualisasikan design yang ramah dan memberikan suasana Budaya Lokal (Spirit of Place).
-Penyajian yang dapat mewadahi bagi pemakai kawasan dan dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
-Memberdayakan dan meningkatkan peranserta elemen masyarakat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemerintah Daerah maupun Masyarakat perantau.

Pdkt Perencanaan&Perancangan
[Planning and Design Approach]
Lingkup Perencanaan yang akan dilakukan meliputi, antara lain:
1.Memberikan batas aksesibilitas yang jelas pada ruas jalan sepanjang Tugu Mayjen D. I. Panjaitan (Landmark) ke batas akhir kota/ Jembatan Juara Monang (End Point). Dengan memberikan Ruang bagi pejalan kaki (Pedestrian), Area parkir, bagi kendaraan bermotor dan Memberikan Pembatas vegetasi (Green Line) pada jalan utama.
2.Merevitalisasi dan Merenovasi Tugu Mayjen D. I. Panjaitan untuk menjadi ‘Public Space’ dengan menjadikan Taman Kota.
3.Mendekorasi Jembatan Juara Monang -yang merupakan pintu utama keluar masuk Kota Balige (Entrance) agar lebih Monumental namun ramah lingkungan.
4.Memberikan Rambu-rambu jalan pada titik yang rawan kemacetan, seperti Traffic Light pada Simpang jalan Gereja dan Square. Penunjuk Arah (Sign) pada Square. Dan Penambahan Street Furniture pada area Public Space seperti Penentuan titik Tong sampah dan Designnya terhadap kawasan, maupun tempat duduk untuk beristirahat.
5.Penambahan Penerang Jalan dan penerangan bagi bangunan yang unik yang dapat memberikan nuansa lokal seperti pada Façade Pasar Balige.
6.Perbaikan Riol Kota (Drainage) sepanjang jalur utama dan mengaktifkan
kembali fungsi trotoar.
7.Menentukan Point2 penempatan Billboard, Spanduk maupun umbul-umbul.
8.Membangun Jalan Alternatif (pengalihan) berupa Ring Road demi pengembangan kota kedepan.
9.Merefungsikan Pasar Pelabuhan dan Gang Kebakaran yang selama ini sudah terabaikan, untuk menjadi area pengalihan pada hari pekan/ onan yang sering dilakukan setiap jumat.
10Mengalih fungsikan Balairung (Sopo Gorga) yang berada pada pasar Balige untuk menjadi Panggung Rakyat pada Event-event tertentu, dan dapat dipergunakan sehari-harinya sebagai tempat penjualan barang-barang Souvenir/ Handy Craft secara temporer.
11Menata Pelabuhan Balige yang bersih dan nyaman dengan memberikan area tunggu bagi penumpang dan bongkar muat yang teratur.

Usulan Desain [Proposal Of Design]
Desain I, Memberikan Batas Aksesibilitas yang jelas dan Green Line.

Corridor1Corridor2










Desain II, Merevitalisasi dan Merenovasi Tugu Mayjen DI. Panjaitan.
Ditinjau dari segi penataan ruang suatu perkotaan, mengapa Tugu DI Panjaitan perlu ditata kembali dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yang antara lain:
1.Memunculkan kembali Landmark Kota Balige.
2.Perlu adanya wadah/ tempat untuk berpolitis (Panggung Rakyat).
3.Menjadi ruang terbuka untuk umum (Public Space) yang dapat dinikmati setiap orang.
Faktor yang mempengaruhi perencanaan antara lain menyangkut:
1.Kenyamanan (Comfortable)
a.Phychology Comfort
Level/ Ketinggian dari Taman yang sama dengan Trotoar dan membedakan tekstur lantai agar dapat dinikmati para Tunanetra.
b.Physical Comfort
Penghawaan yang bebas pada bangunan (Gazebo=lihat lembar berikut) dan Pencahayaan buatan tertata sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
2.View
a.Konfigurasi Vertikal
b.Konfigurasi Horisontal
3.Ekology
Bangunan yang ramah lingkungan, dengan tidak menggangu sirkulasi udara dan penempatan tanaman (vegetasi) yang teratur.
4.Transformasi Budaya
Memberikan bentuk dan ciri budaya Batak.
5.Konservatif
Menjaga bentuk asli, khususnya pada bangunan Tugu DI Panjaitan.
Tugu


















Gubahan Massa pada penataan ruang luarnya masih memakai bentuk lama yaitu persegi lima. Hal ini mengingat penghargaan terhadap arsitek yg terdahulu.
Namun ada perubahan pada level space,yang membuat elevasi trotoar dan taman menjadi satu bagian, agar memberikan sekuens (Suasana Ruang) yang tdk terlalu berbeda.

Bagian Dalam










Billboard














Transformasi Budaya



























Desain III, Mendekorasi Jembatan Juara Monang.
JembatanJuaraMonang1









JembatanJuaraMonang3











JembatanJuaraMonang2









JembatanJuaraMonang4





































Desain IV, Memberikan Rambu-rambu Jalan
Utilitas Kota



















Desain V, Penambahan Penerangan Jalan dan lampu pd Façade Pasar
Lampu Jalan




















Desain VI, Perbaikan Riol Kota
RiolKota










RiolKota2






























Desain VII, Point2 Penempatan Billboard
Rambu-Iklan





















Desain VIII, Membangun Jalan Alternative/ Ring Road
RingRoad




















Desain IX, Pengalih Fungsian Balairung Ps. Balige
Melihat padatnya bangunan disepanjang jalan Sisingama ngaraja, maka perlu adanya penambahan ruang terbuka. Lahan/ site yang memungkinkan penempatan ruang terbuka (open space) ini antara lain dengan memunculkan kembali fungsi Balairung yang merupakan tempat untuk bertemunya warga, yang selama ini difungsikan menjadi pasar tradisional.
Mengingat salah satu kebutuhan perkotaan yang memerlukan adanya tempat khusus bagi para pedagang Tradisional dan ruang terbuka (open space) yang dimaksudkan tadi, maka langkah yg akan diambil adalah:
1.Mengosongkan Balairung dari para pedagang.
2.Melokasikan para pedagang tradisional secara Vertikal, agar tidak memenuhi lahan seperti pd saat ini dengan membuat angunan bertingkat dibelakang Balairung tersebut.
3.Membuka Pagar yang menutupi Balairung yang ada saat ini agar lebih terbuka.
Pasar Balige





















Desain X, Penataan Pelabuhan Balige
Talud1










Talud2


























Talut didesain segi enam dengan dimensi 200cm persisi dengan ketebalan 50cm.
Dimaksudkan agar terbentuk suatu space yang dapat dipergunakan menjadi Plaza Pantai yang dapat dipergunakan sebagai tempat bersantai dan sebagainya.
Tujuan Dermaga didesain adalah agar kapal yang berlabuh mempunyai tempat/ wadah yang sudah tersedia agar lebih tertib dan Rapih.
Pelabuhan ini menjadi pelabuhan yang Multi Fungsi sesuai dengan keberadaan waktu, yaitu Berfungsi sebagai Area Berlabuh pada pagi-sore, dan menjadi area rekreasi pada waktu malam.
Pada Embarkasi/ Bongkar muat barang tidak mempergukanan lahan/ tanah yang berada pada sisi Dermaga lagi seperti yang terjadi pada saat ini yang menyebabkan berkurangnya lahan untuk berjualan.
Read More..
Buku ini dibuat pada tahun 2005 oleh Budiyanto Tambunan, SE dan Ronny Susandi Siahaan, ST yang bertujuan menyatukan perspektif/ pandangan pembangunan di Kota Balige untuk Pembangunan Kedepan.
Kabar baik dari terbitnya buku ini adalah dari 10 Point yang dituju, sudah 3 dari item tersebut yang sudah terbangun yaitu: Vegetasi (Green Line) sebagai Penegas Aksesibilitas/ Path (Kota), Riol/ Drainage Kota dan Sanitasi Pasar Balige, Serta Bantuan Pembangunan/ Perbaikan Kualitas Pasar Balige dan Bantuan Perbaikan/ Pembenahan DI Panjaitan.
Diharapkan Banyak Lagi sumbangan "Pemikiran" maupun dalam bentuk Bantuan Langsung yang dapat memajukan Balige yang juga menjadi Kebanggan Anak Batak Toba Khususnya Putra Balige di Perantauan.
Pola Pikir













Latar Belakang [Background]
Profil Kota Balige
Balige sebagai Ibukota Kabupaten Toba Samosir yang juga merupakan salah satu kota tersibuk disekitar kawasan Danau Toba. Hal tersebut dikarenakan kota Balige ini merupakan jalur lintas Sumatera dan juga sebagai gerbang penghubung antara Pulau Sumatera dan Pulau Samosir.
Kondisi tersebut  lambat laun membuat kota Balige ini berkembang dengan sendirinya merespon kebutuhan para pendatang maupun transitor yang akan menyeberang, dengan memberikan jasa maupun usaha dagang dan membangun kios-kios maupun toko yang tumbuh secara Sporadis.
Kios-kios yang tumbuh tersebut dengan sendirinya membentuk suatu area bisnis/ Perdagangan tersendiri yang biasa dikenal dengan Central Distric Business (CDB).
Perkembangan wajah kota yang lahir secara sporadis tersebut mengakibatkan ketidak teraturan dalam penataan ruang kota, hirarki maupun Indentitas (Jati diri) dari kota Balige tersebut terjadinyalah pemanfaatan lahan yang berlebihan yang mengakibatkan Conflict Spatial. Tumpang tindihnya antara banyaknya aktivitas dan pengguna kota Balige yaitu antara pelintas (Transitor), Pemukim maupun Pembelanja.
Sehingga perlu adanya ‘PEREMAJAAN KEMBALI’ wajah kota Balige yang ada saat ini dengan memberikan ketegasan space atau ruang, yang dimaksudkan untuk memberikan suasana sesuai dengan yang diinginkan menurut kebutuhan district/ areanya masing-masing tanpa menghilangkan prilaku maupun budaya setempat.

Existing

















Permasalahan [Main Issue ]
1.Berubahnya wajah kota yang tidak terkendali yang mengakibatkan pudarnya jati diri dari Kota Balige
2.Pemanfaatan ruang/ lahan yang berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya tumpang tindih (Conflict Spatial) antar aktivitas/ prilaku yang berbeda pada satu kawasan yang sama.
3.Belum memanfaatkan Infrastruktur yang tersedia secara optimal.
4.Tidak adanya lahan parkir yang memadai sehingga menyebabkan banyaknya titik kemacetan sepanjang Jalan Utama.(Jl. Sisingamangaraja).
5.Hak atas tanah untuk kepentingan fasilitas umum. Status Kepemilikan Tanah di Kota Balige mayoritas Tanah Ulayat/ Adat/ Keluarga. Sehingga sulit untuk melepaskan tanahnya.

Identifikasi Permasalahan [Identify Problems]
1.Mengembalikan Jati diri Kawasan dengan menata kawasan Central Distric Bisnis sesuai dengan landscape yang ada.
2.Adanya penzoningan dan intersection yang baik antar pengguna kawasan.
3.Penyajian lingkungan yang menarik dari segi kerapihan, ketertiban maupun kebersihan dangan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia pada kawasan.
4.Penggunaan material, warna dan tekstur yang dapat memberikan suasana yang alami dan ditunjang dengan motif dari ciri budaya lokal setempat pada taraf desain nantinya.

Tujuan dan Sasaran [Objective & Destination]
Tujuan
Menata kawasan kota yang sudah terbentuk dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan penataan ruang perkotaan dari fasilitas Tecnical dan sosial infrastruktur (Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial) yang sudah tersedia dan memanfaatkannya secara Optimal dan Efisien.
Sasaran
Terwujudnya kota Balige yang indah, teratur, bersih dan nyaman yang dapat menampung semua aktivitas pengguna kawasan dengan mempertahankan nuansa Budaya Lokal (Batak Toba).

Karakteristik Kawasan [Characteristic Site]
Parameter Kota Balige
Kota Balige merupakan sebuah kota transisi atau kota peralihan dari tradisional ke kota yang modern. Dimana struktur perkotaanya sangat kompleks dan unik, sehingga keberadaan ini haruslah dipertahankan guna menyelamatkan ciri budaya lokal yang masih ditemukan di kota ini.
Iklim kota Balige dipengaruhi oleh peruntukan kota dengan area yang berada pada tepian Danau Toba dan kaki Bukit Barisan dengan suhu 17ºC - 29ºC, kelembaban rata-rata 85,04%.
Pada pembentukan ruang dan bangunan sudah mengarah kepada perkotaan yang modern, dengan kultur sosio budaya dan komunitas yang heterogen tetapi jiwa kebersamaannya tetap menganut sistem tradisional.
Secara keseluruhan, pola dan struktur kota Balige dipengaruhi oleh Iklim, Prilaku/ Tradisi masyarakat yang mempertahankan kebersamaan (Asli), Budaya yang masih kuat, namun merespon para pendatang baru dengan upaya-upaya pemberian jasa seperti berdagang (Toko/ Kios) dsb.

Strategi [Strategy]
Strategi dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pendekatan perencanaan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yang antara lain:
-Adaptasi dan orientasi terhadap karakteristik Site.
-Transformasi terhadap lingkungan budaya maupun sosial.
-Memvisualisasikan design yang ramah dan memberikan suasana Budaya Lokal (Spirit of Place).
-Penyajian yang dapat mewadahi bagi pemakai kawasan dan dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
-Memberdayakan dan meningkatkan peranserta elemen masyarakat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemerintah Daerah maupun Masyarakat perantau.

Pdkt Perencanaan&Perancangan
[Planning and Design Approach]
Lingkup Perencanaan yang akan dilakukan meliputi, antara lain:
1.Memberikan batas aksesibilitas yang jelas pada ruas jalan sepanjang Tugu Mayjen D. I. Panjaitan (Landmark) ke batas akhir kota/ Jembatan Juara Monang (End Point). Dengan memberikan Ruang bagi pejalan kaki (Pedestrian), Area parkir, bagi kendaraan bermotor dan Memberikan Pembatas vegetasi (Green Line) pada jalan utama.
2.Merevitalisasi dan Merenovasi Tugu Mayjen D. I. Panjaitan untuk menjadi ‘Public Space’ dengan menjadikan Taman Kota.
3.Mendekorasi Jembatan Juara Monang -yang merupakan pintu utama keluar masuk Kota Balige (Entrance) agar lebih Monumental namun ramah lingkungan.
4.Memberikan Rambu-rambu jalan pada titik yang rawan kemacetan, seperti Traffic Light pada Simpang jalan Gereja dan Square. Penunjuk Arah (Sign) pada Square. Dan Penambahan Street Furniture pada area Public Space seperti Penentuan titik Tong sampah dan Designnya terhadap kawasan, maupun tempat duduk untuk beristirahat.
5.Penambahan Penerang Jalan dan penerangan bagi bangunan yang unik yang dapat memberikan nuansa lokal seperti pada Façade Pasar Balige.
6.Perbaikan Riol Kota (Drainage) sepanjang jalur utama dan mengaktifkan
kembali fungsi trotoar.
7.Menentukan Point2 penempatan Billboard, Spanduk maupun umbul-umbul.
8.Membangun Jalan Alternatif (pengalihan) berupa Ring Road demi pengembangan kota kedepan.
9.Merefungsikan Pasar Pelabuhan dan Gang Kebakaran yang selama ini sudah terabaikan, untuk menjadi area pengalihan pada hari pekan/ onan yang sering dilakukan setiap jumat.
10Mengalih fungsikan Balairung (Sopo Gorga) yang berada pada pasar Balige untuk menjadi Panggung Rakyat pada Event-event tertentu, dan dapat dipergunakan sehari-harinya sebagai tempat penjualan barang-barang Souvenir/ Handy Craft secara temporer.
11Menata Pelabuhan Balige yang bersih dan nyaman dengan memberikan area tunggu bagi penumpang dan bongkar muat yang teratur.

Usulan Desain [Proposal Of Design]
Desain I, Memberikan Batas Aksesibilitas yang jelas dan Green Line.

Corridor1Corridor2










Desain II, Merevitalisasi dan Merenovasi Tugu Mayjen DI. Panjaitan.
Ditinjau dari segi penataan ruang suatu perkotaan, mengapa Tugu DI Panjaitan perlu ditata kembali dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yang antara lain:
1.Memunculkan kembali Landmark Kota Balige.
2.Perlu adanya wadah/ tempat untuk berpolitis (Panggung Rakyat).
3.Menjadi ruang terbuka untuk umum (Public Space) yang dapat dinikmati setiap orang.
Faktor yang mempengaruhi perencanaan antara lain menyangkut:
1.Kenyamanan (Comfortable)
a.Phychology Comfort
Level/ Ketinggian dari Taman yang sama dengan Trotoar dan membedakan tekstur lantai agar dapat dinikmati para Tunanetra.
b.Physical Comfort
Penghawaan yang bebas pada bangunan (Gazebo=lihat lembar berikut) dan Pencahayaan buatan tertata sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
2.View
a.Konfigurasi Vertikal
b.Konfigurasi Horisontal
3.Ekology
Bangunan yang ramah lingkungan, dengan tidak menggangu sirkulasi udara dan penempatan tanaman (vegetasi) yang teratur.
4.Transformasi Budaya
Memberikan bentuk dan ciri budaya Batak.
5.Konservatif
Menjaga bentuk asli, khususnya pada bangunan Tugu DI Panjaitan.
Tugu


















Gubahan Massa pada penataan ruang luarnya masih memakai bentuk lama yaitu persegi lima. Hal ini mengingat penghargaan terhadap arsitek yg terdahulu.
Namun ada perubahan pada level space,yang membuat elevasi trotoar dan taman menjadi satu bagian, agar memberikan sekuens (Suasana Ruang) yang tdk terlalu berbeda.

Bagian Dalam










Billboard














Transformasi Budaya



























Desain III, Mendekorasi Jembatan Juara Monang.
JembatanJuaraMonang1









JembatanJuaraMonang3











JembatanJuaraMonang2









JembatanJuaraMonang4





































Desain IV, Memberikan Rambu-rambu Jalan
Utilitas Kota



















Desain V, Penambahan Penerangan Jalan dan lampu pd Façade Pasar
Lampu Jalan




















Desain VI, Perbaikan Riol Kota
RiolKota










RiolKota2






























Desain VII, Point2 Penempatan Billboard
Rambu-Iklan





















Desain VIII, Membangun Jalan Alternative/ Ring Road
RingRoad




















Desain IX, Pengalih Fungsian Balairung Ps. Balige
Melihat padatnya bangunan disepanjang jalan Sisingama ngaraja, maka perlu adanya penambahan ruang terbuka. Lahan/ site yang memungkinkan penempatan ruang terbuka (open space) ini antara lain dengan memunculkan kembali fungsi Balairung yang merupakan tempat untuk bertemunya warga, yang selama ini difungsikan menjadi pasar tradisional.
Mengingat salah satu kebutuhan perkotaan yang memerlukan adanya tempat khusus bagi para pedagang Tradisional dan ruang terbuka (open space) yang dimaksudkan tadi, maka langkah yg akan diambil adalah:
1.Mengosongkan Balairung dari para pedagang.
2.Melokasikan para pedagang tradisional secara Vertikal, agar tidak memenuhi lahan seperti pd saat ini dengan membuat angunan bertingkat dibelakang Balairung tersebut.
3.Membuka Pagar yang menutupi Balairung yang ada saat ini agar lebih terbuka.
Pasar Balige





















Desain X, Penataan Pelabuhan Balige
Talud1










Talud2


























Talut didesain segi enam dengan dimensi 200cm persisi dengan ketebalan 50cm.
Dimaksudkan agar terbentuk suatu space yang dapat dipergunakan menjadi Plaza Pantai yang dapat dipergunakan sebagai tempat bersantai dan sebagainya.
Tujuan Dermaga didesain adalah agar kapal yang berlabuh mempunyai tempat/ wadah yang sudah tersedia agar lebih tertib dan Rapih.
Pelabuhan ini menjadi pelabuhan yang Multi Fungsi sesuai dengan keberadaan waktu, yaitu Berfungsi sebagai Area Berlabuh pada pagi-sore, dan menjadi area rekreasi pada waktu malam.
Pada Embarkasi/ Bongkar muat barang tidak mempergukanan lahan/ tanah yang berada pada sisi Dermaga lagi seperti yang terjadi pada saat ini yang menyebabkan berkurangnya lahan untuk berjualan.

BALIGE TEMPO DOELOE


PetaTOBAKuno











PETATOBASA



















WajahBalige




Balairung-60Pelabuhan-60-1








Pelabuhan-60-3KantorCPMBalige-60








CitraBalige






Diera 40-70an, Kota Balige merupakan Kota Industri dan Pusat Perdagangan terbesar di daerah Tapanuli. Hal itu terbukti dengan banyaknya Industri yang bergerak dibidang Tekstil dan juga Pabrik Rokok pertama di seluruh Tapanuli.
Di jaman tersebut peradaban masyarakat Balige termasuk masyarakat yang lebih maju dan konsumtif diantara daerah-daerah tetangganya. Sebab pada saat itu sudah terdapat dua Bioskop dan dan memiliki Central Distric Bisnis yang berlokasi jalan Sisingamangaraja sekarang.
Melihat pola masyarakat yang konsumtif dan pergerakan perputaran uang yang cepat di wilayah Balige pada masa itu, maka banyak Bank-Bank bermunculan yang menjadikan Kota Balige makin pesat pertumbuhannya.
Berikut Foto-foto kilas balik Citra Kota Balige antara Era 40 sampai dengan Era 70.
JPSP















“JPSP” (Jajasan Pembangunan Simpan Pindjam) atau yang lebih dikenal dengan Bank Simpan/ Pinjam. Sebagai salah satu penguat perekonomian masyarakat Balige dengan simpan pinjamnya pada masa itu.
Kota Balige selalu ramai dengan seringnya diselenggarakan event besar dan interaksi sosial musiman seperti onan, expo, carnaval, 17 Agustus dan lain sebagainya.
Carnaval-60EXPO-60








Salah satu faktor yang membuat Kota Balige bertumbuh dengan pesat antara lain letak atau peruntukan kota yang strategis, mudah terjangkau dan terlebih dengan armada pengangkutan yang dapat menghubungkan antar wilayah yang dapat dilalui oleh darat maupun air siap tersedia. Sejak dahulu hal ini sudah dipertimbangkan sehingga ketersediaannya fasilitas tersebut menjadikan Kota Balige sebagai Kota Lintasan dan juga sebagai Kota Tujuan yaitu lintasan bagi penghubung antar kota dan tujuan bagi masyarakat pelaku dan pengkomsumsi bisnis.
ArmadaOnan








Di Era 70 Puluhan Pun Citra Kota Balige sudah sangat di perhitungkan, seperti Presiden Soeharta (Alm) yang memerintah pada saat itu juga sempat datang menilik Balige sekaligus meresmikan  Tugu DI Panjaitan, Balige.
Peresmian TuguPeresmian Tugu2











Tokoh Balige




RJPasaribu
Radja Johannes Pasaribu
Hidup: 1903 s/d 1936
Semasa hidupnya beliau pernah menjadi Kepala Nagari Balige.




KarlSianiparPenghargaan
Karl Sianipar
Karl Sianipar merupakan seorang Pebisnis yang sangat sukses pada masa sebelum dan sesudah Kemerdekaan RI. Tidak sedikit orang dapat merasakan dan mengecap dari keberhasilan beliau di Kota Balige ini dijaman tersebut.
Beliau mendirikan Tekstil terbesar dengan nama Karl Sianipar  Tekstil  Company  ( KARSITEK )   yang pernah juga mendapatkan penghargaan SATYA LACANA PEMBANGUNAN oleh Presiden Soeharto pada tahun 1974.
Perusahaan yang didirikannya tersebut memberikan pekerjaan bagi 700an lebih masyarakat Balige dan menjadikan Kota Balige Kota Industri pada masa itu.


CarlosNapitupuluCarlos Napitupulu
Semasa hidupnya beliau menjadi Kepala Kampung (Hampung) Balige Pertama setelah penyerahan kedaulatan.
Beliau juga bekerja sebagai pimpinan CV. C Napitupulu (Anemeer) yaitu perusahaan yang bergerak dibidang meuble dan menjadi perusahaan kayu dan meuble pertama dan terbesar di Kota Balige yang mempekerjakan hampir 100 karyawan. Perusahaan ini beroperasi kurun waktu 1951 sampai dengan 1982.
Anemeer













TWBPasaribuTualam Wusmin Pasaribu
Hidup: 15 Desember 1920 s/d 24 Desember 1997
Beliau Adalah seorang usahawan muda yang sukses dimasanya, mampu menguasai 9 bahasa asing. Beliau mendirikan Pabrik Rokok Pertama di Tapanuli pada tahun 1949 dan mempekerjakan lebih dari 200 karyawan. CV. Panca Putra ini merupakan salah satu kebanggan Kota Balige saat itu.  Kemunduran perusahaan dimulai dengan adanya Inflasi yang membuat harga rupiah merosot dari Rp. 1.000 menjadi Rp. 1, dan persaingan bisnis yang kurang sehat pada masa itu. Pabrik ini resmi tutup pada akhir tahun 1969, dan masih meninggalkan mesin dan pabrik kosong di kelurahan Pardede Onan sampai saat ini.
CV Panca Putra












MesinRokokOvenRokok
Read More..

PetaTOBAKuno











PETATOBASA



















WajahBalige




Balairung-60Pelabuhan-60-1








Pelabuhan-60-3KantorCPMBalige-60








CitraBalige






Diera 40-70an, Kota Balige merupakan Kota Industri dan Pusat Perdagangan terbesar di daerah Tapanuli. Hal itu terbukti dengan banyaknya Industri yang bergerak dibidang Tekstil dan juga Pabrik Rokok pertama di seluruh Tapanuli.
Di jaman tersebut peradaban masyarakat Balige termasuk masyarakat yang lebih maju dan konsumtif diantara daerah-daerah tetangganya. Sebab pada saat itu sudah terdapat dua Bioskop dan dan memiliki Central Distric Bisnis yang berlokasi jalan Sisingamangaraja sekarang.
Melihat pola masyarakat yang konsumtif dan pergerakan perputaran uang yang cepat di wilayah Balige pada masa itu, maka banyak Bank-Bank bermunculan yang menjadikan Kota Balige makin pesat pertumbuhannya.
Berikut Foto-foto kilas balik Citra Kota Balige antara Era 40 sampai dengan Era 70.
JPSP















“JPSP” (Jajasan Pembangunan Simpan Pindjam) atau yang lebih dikenal dengan Bank Simpan/ Pinjam. Sebagai salah satu penguat perekonomian masyarakat Balige dengan simpan pinjamnya pada masa itu.
Kota Balige selalu ramai dengan seringnya diselenggarakan event besar dan interaksi sosial musiman seperti onan, expo, carnaval, 17 Agustus dan lain sebagainya.
Carnaval-60EXPO-60








Salah satu faktor yang membuat Kota Balige bertumbuh dengan pesat antara lain letak atau peruntukan kota yang strategis, mudah terjangkau dan terlebih dengan armada pengangkutan yang dapat menghubungkan antar wilayah yang dapat dilalui oleh darat maupun air siap tersedia. Sejak dahulu hal ini sudah dipertimbangkan sehingga ketersediaannya fasilitas tersebut menjadikan Kota Balige sebagai Kota Lintasan dan juga sebagai Kota Tujuan yaitu lintasan bagi penghubung antar kota dan tujuan bagi masyarakat pelaku dan pengkomsumsi bisnis.
ArmadaOnan








Di Era 70 Puluhan Pun Citra Kota Balige sudah sangat di perhitungkan, seperti Presiden Soeharta (Alm) yang memerintah pada saat itu juga sempat datang menilik Balige sekaligus meresmikan  Tugu DI Panjaitan, Balige.
Peresmian TuguPeresmian Tugu2











Tokoh Balige




RJPasaribu
Radja Johannes Pasaribu
Hidup: 1903 s/d 1936
Semasa hidupnya beliau pernah menjadi Kepala Nagari Balige.




KarlSianiparPenghargaan
Karl Sianipar
Karl Sianipar merupakan seorang Pebisnis yang sangat sukses pada masa sebelum dan sesudah Kemerdekaan RI. Tidak sedikit orang dapat merasakan dan mengecap dari keberhasilan beliau di Kota Balige ini dijaman tersebut.
Beliau mendirikan Tekstil terbesar dengan nama Karl Sianipar  Tekstil  Company  ( KARSITEK )   yang pernah juga mendapatkan penghargaan SATYA LACANA PEMBANGUNAN oleh Presiden Soeharto pada tahun 1974.
Perusahaan yang didirikannya tersebut memberikan pekerjaan bagi 700an lebih masyarakat Balige dan menjadikan Kota Balige Kota Industri pada masa itu.


CarlosNapitupuluCarlos Napitupulu
Semasa hidupnya beliau menjadi Kepala Kampung (Hampung) Balige Pertama setelah penyerahan kedaulatan.
Beliau juga bekerja sebagai pimpinan CV. C Napitupulu (Anemeer) yaitu perusahaan yang bergerak dibidang meuble dan menjadi perusahaan kayu dan meuble pertama dan terbesar di Kota Balige yang mempekerjakan hampir 100 karyawan. Perusahaan ini beroperasi kurun waktu 1951 sampai dengan 1982.
Anemeer













TWBPasaribuTualam Wusmin Pasaribu
Hidup: 15 Desember 1920 s/d 24 Desember 1997
Beliau Adalah seorang usahawan muda yang sukses dimasanya, mampu menguasai 9 bahasa asing. Beliau mendirikan Pabrik Rokok Pertama di Tapanuli pada tahun 1949 dan mempekerjakan lebih dari 200 karyawan. CV. Panca Putra ini merupakan salah satu kebanggan Kota Balige saat itu.  Kemunduran perusahaan dimulai dengan adanya Inflasi yang membuat harga rupiah merosot dari Rp. 1.000 menjadi Rp. 1, dan persaingan bisnis yang kurang sehat pada masa itu. Pabrik ini resmi tutup pada akhir tahun 1969, dan masih meninggalkan mesin dan pabrik kosong di kelurahan Pardede Onan sampai saat ini.
CV Panca Putra












MesinRokokOvenRokok

13 Des 2011

Sekilas Tentang Asal Muasal Perayaan Natal

Bulan Desember, tepatnya tanggal 25 desember, dunia merayakan Hari Natal. Perayaan tersebut dianggap memperingati kelahiran Yesus Kristus.
Namun, benarkah Yesus lahir pada tanggal tersebut? Lalu, bagaimana perayaan Natal di masa gereja mula-mula?
Bagaimana pula asal-usul pernak pernik Natal, seperti pohon Natal? Simak jawabannya berikut ini.

Sejarah Singkat Perayaan Natal

Awalnya, perayaan Natal diperkirakan berasal dari festival Romawi dan negara Eropa lainnya yang menandai akhir masa panen dan masa titik balik matahari di musim gugur. Menurut sejarah awal Romawi, penentuan tanggal 25 desember sebagai masa awal kelahiran Yesus Kristus dilakukan pada abad ke-4. Beberapa kebiasaan dari perayaan yang masih bertahan sampai saat ini termasuk mendekorasi rumah dengan tumbuh-tumbuhan hijau, pemberian hadiah, menyanyikan lagu-lagu dan menyiapkan masakan istimewa.

Kaum Puritan beranggapan bahwa Natal bukan bagian dari Kekristenan. Mereka tidak menemukan 25 desember sebagai tanggal kelahiran Yesus di Alkitab dan berkeras bahwa tanggal tersebut diperoleh dari masa perayaan musim dingin kaum penyembah berhala di Roma kuno, Saturnalia.
Pada tahun 1620, Kaum Puritan bekerja dalam proyek pembangunan dan dengan terang-terangan mengabaikan perayaan Natal.

Pernyataan bahwa perayaan Natal mengalihkan orang dari kesalehan religius berlanjut sampai Puritanisme menyusut. Pada tahun 1827, seorang Uskup Episkopal menyatakan bahwa Iblis telah mencuri Natal dan membuatnya menjadi suatu festival duniawi yang dirayakan dengan minum-minuman keras dan berbicara keras. Sepanjang tahun 1800, banyak pemimpin religius yang masih berusaha untuk bertahan pada hal itu.

Masa liburan tersebut dikembangkan lebih lanjut dari legenda Santo Nicholas. Meskipun sejarah tidak mengkonfirmasi hal ini, orang yang dianggap Santo Nicholas hidup pada abad ke-4 dan dipercayakan sebagai seorang uskup di Asia Kecil. Banyak peristiwa ajaib seputar dirinya yang diragukan, namun demikian, beberapa negara tetap memakai namanya sebagai santo pelindung mereka. Ia dianggap sebagai santo pelindung dari anak-anak, pelaut dan kaum miskin.

Untuk menghormatinya, Festival Santo Nicholas diadakan tanggal 6 desember dan hadiah-hadiah diberikan pada malam sebelumnya. Tradisi ini kemudian berkembang di banyak negara Eropa di abad ke-12.
Akhirnya, karena Hari Santo Nicholas dan Hari Natal sangat berdekatan, tradisi keduanya dikombinasikan.

Santo Nicholas memiliki berbagai karakter di negara-negara tertentu. Contohnya, Belanda memiliki Sinter Klaas; Father Christmas yang memberikan hadiah di Inggris Raya; Pére Noël melakukan hal yang sama di Perancis; dan di Jerman terdapat Santo Nicholas yang memiliki banyak nama termasuk Klaasbuur, Burklaas, Rauklas, Bullerklaas, dan Sunnercla, meskipun Father Christmas juga menjadi populer. Di Amerika Serikat, nama Sinter Klaas menjadi Santa Claus.

Natal meraih popularitas saat berubah menjadi perayaan domestik, setelah publikasi Clement Clarke Moore “Kunjungan dari Santo Nichloas”dan gambar Thomas Nast di Harper’s Weekly, yang menggambarkan gambaran Santa dengan janggut putih yang memberikan hadiah bagi anak-anak. Penekanan baru ini mengurani kekuatiran para pemimpin religius bahwa perayaan itu akan berakhir dengan minum-minum dan berserapah.

Asal Kata

Kata Natal (Christmas) di Inggris Kuno berasal dari kata Cristes Maesse, Misa Kristus, pertama kali ditemukan pada tahun 1038, dan Cristes-messe, pada tahun 1131. Di Belanda adalah Kerst-misse, dalam bahasa Latin Dies Natalis, yang membuat Noël dalam bahasa Perancis, dan bahasa Itali Il natale; dalam bahasa Jerman Weinachsfest, dari suatu upacara sakral kuno.

Asal Usul Pohon Natal

Pohon Natal merupakan hiasan yang hampir selalu ada di setiap perayaan Natal. Tradisi ini juga memiliki banyak cerita tentang asal-usulnya, antara lain berikut ini.

Orang Romawi mendekorasi rumah mereka dengan cabang pohon evergreen selama tahun baru dan penduduk asli kuno dari Eropa Utara memotong batang pohon evergreen – simbol kuno bagi kehidupan di tengah musim dingin – dan menanamnya di dalam rumah. Praktek ini diikuti oleh sebagian orang Kristen mula-mula yang merasa perlu menghormati orang Romawi. Namun, banyak orang Kristen mula-mula seperti Tertullian yang memusuhi praktek seperti itu. Kemudian, pada masa awal Abad pertengahan muncul sebuah legenda yang menceritakan bahwa saat Kristus lahir di akhir musim dingin, setiap pohon seluruh dunia secara ajaib meluruhkan es dan salju di cabang pohonnya dan memproduksi cabang baru yang hijau.

Pada saat yang sama, misionaris Kristen berkhotbah pada oarang Jerman dan Slavia mengambil pendekatan yang lebih toleran dari praktek kebudayaan. Para misionaris ini percaya bahwa Sang Inkarnasi memproklamirkan ketuhanan Yesus atas segala simbol yang awalnya digunakan untuk menyembah para dewa pagan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi manusia secara individual, tetapi juga terhadap kebudayaan, simbol-simbol dan tradisi yang telah berubah.
Terntunya, hal ini tidak berarti mereka bertoleransi terhadap penyembahan dewa-dewa pagan.

Tidak ada catatan jelas tentang pohon yang digunakan sebagai simbol Natal sampai pada Abad Pencerahan – berawal dari Latvia pada tahun 1510 dan Strasbourg tahun 1521. Legenda juga mencatat Martin Luther dengan penemuan pohon Natal, tetapi cerita tersebut meiliki sedikit dasar sejarah. Menurut legenda lainnya, misionaris abad ke-8, Boniface, setelah memotong sebuah pohon oak yang disakralkan bagi dewa pagan Thor (dan digunakan untuk pengorbanan manusia), menunjuk sebuah pohon cemara sebagai simbol kasih dan belas kasihan Allah.

Teori yang paling dapat dipercaya di balik kemunculan pohon Natal di abad ke-16 berhubungan dengan sebuah permainan drama di Abad Pertengahan. Drama tersebut mulai menjadi bagian dari liturgi gereja. Tetapi, di akhir Abad Pertengahan, drama tersebut semakin kasar dan didominasi oleh orang awam serta mengambil tempat di ruangan terbuka. Drama tersebut memperingati hari kelahiran (Nativity) terhubung dengan cerita penciptaan – karena Malam Natal juga dianggap sebagai hari festival Adam dan Hawa. Sebagai bagian dari drama itu, Taman Eden disimbolisaskan sebagai pohon firdaus yang digantungi buah.

Pada abad ke-16, drama tersebut dilarang di banyak tempat. Karna itu lah mungkin orang-orang memasang pohon firdaus di rumah mereka sebagai kompensasi karena mereka tidak lagi dapat menikamati permainan drama tersebut. Pohon Natal mula-mula (atau cabang pohon hijau) digunakan di rumah mengacu sebagai firdaus.
Mereka sering digantungi dengan wafer yang mensimbolisasi Ekaristi, yang dikembangkan menjadi ornamen kue-kue yang mendekorasi pohon Natal di Jerman saat ini. Deskripsi detail pertama pohon seperti itu bertanggal pada 1605.

Kebiasaan tersebut meraih popularitas sepanjang abad 17 – 18, melawan protes berbagai pendeta. Pendeta Lutheran, Johann von Dannhauer contohnya, mengeluhkan (seperti Tertullian) bahwa simbol tersebut mengalihkan perhatian para pemercaya dari “pohon hijau”yang sesungguhnya, Yesus Kristus. Tetapi hal ini tidak menghentikan banyak gereja untuk memasang pohon Natal di dalam tempat ibadah mereka.
Bersama dengan pohon itu, pohon sering kali berbentuk piramid kayu – rak-rak lemari berisi lulun-lilin, kadang satu bagi setiap anggota keluarga. Akhirnya, piramid dari lailin-lilin inilah yang ditempatkan pohon.

Pohon Natal hanyak menjadi umum di negara berbahasa Inggris di abad ke 19, dipopulerkan di Inggris oleh Ratu Victoria dan diperkenalkan di Amerika oleh imigran berbahasa Jerman. Saat ini, pohon Natal dijadikan jembatan antara arti perayaan Kristen dan ekspresi sekularnya.

Beberapa Fakta Seputar Natal :

- Beberapa orang Kristen merayakan kedatangan Yesus Kristus pada tanggal 6 januari, Epifani, yaitu saat Ia dipercayai dibaptis.
- Lagu “Dua Belas Hari Natal”(“The Twelve Days of Christmas”) mengacu pada 12 hari antara Natal dan Epifani.
- Kata Xmas terkadang digunakan daripada Natal. Di bahasa Yunani, X adalah huruf pertama dari nama Kristus.
- Pada tahun 1969, gereja Katolik Roma mengeluarkan Festival Santo Nicholas dari kalendernya karena masa hidupnya tidak terdokumentasikan.
- Rudolph tidak menjadi rusa ke-9 Santa sampai tahun 1939 saat seorang penulis periklanan bagi sebuah departement store Montgomery Ward menciptakannya.

                                                                                                                                         Rado Sianipar
Read More.. Bulan Desember, tepatnya tanggal 25 desember, dunia merayakan Hari Natal. Perayaan tersebut dianggap memperingati kelahiran Yesus Kristus.
Namun, benarkah Yesus lahir pada tanggal tersebut? Lalu, bagaimana perayaan Natal di masa gereja mula-mula?
Bagaimana pula asal-usul pernak pernik Natal, seperti pohon Natal? Simak jawabannya berikut ini.

Sejarah Singkat Perayaan Natal

Awalnya, perayaan Natal diperkirakan berasal dari festival Romawi dan negara Eropa lainnya yang menandai akhir masa panen dan masa titik balik matahari di musim gugur. Menurut sejarah awal Romawi, penentuan tanggal 25 desember sebagai masa awal kelahiran Yesus Kristus dilakukan pada abad ke-4. Beberapa kebiasaan dari perayaan yang masih bertahan sampai saat ini termasuk mendekorasi rumah dengan tumbuh-tumbuhan hijau, pemberian hadiah, menyanyikan lagu-lagu dan menyiapkan masakan istimewa.

Kaum Puritan beranggapan bahwa Natal bukan bagian dari Kekristenan. Mereka tidak menemukan 25 desember sebagai tanggal kelahiran Yesus di Alkitab dan berkeras bahwa tanggal tersebut diperoleh dari masa perayaan musim dingin kaum penyembah berhala di Roma kuno, Saturnalia.
Pada tahun 1620, Kaum Puritan bekerja dalam proyek pembangunan dan dengan terang-terangan mengabaikan perayaan Natal.

Pernyataan bahwa perayaan Natal mengalihkan orang dari kesalehan religius berlanjut sampai Puritanisme menyusut. Pada tahun 1827, seorang Uskup Episkopal menyatakan bahwa Iblis telah mencuri Natal dan membuatnya menjadi suatu festival duniawi yang dirayakan dengan minum-minuman keras dan berbicara keras. Sepanjang tahun 1800, banyak pemimpin religius yang masih berusaha untuk bertahan pada hal itu.

Masa liburan tersebut dikembangkan lebih lanjut dari legenda Santo Nicholas. Meskipun sejarah tidak mengkonfirmasi hal ini, orang yang dianggap Santo Nicholas hidup pada abad ke-4 dan dipercayakan sebagai seorang uskup di Asia Kecil. Banyak peristiwa ajaib seputar dirinya yang diragukan, namun demikian, beberapa negara tetap memakai namanya sebagai santo pelindung mereka. Ia dianggap sebagai santo pelindung dari anak-anak, pelaut dan kaum miskin.

Untuk menghormatinya, Festival Santo Nicholas diadakan tanggal 6 desember dan hadiah-hadiah diberikan pada malam sebelumnya. Tradisi ini kemudian berkembang di banyak negara Eropa di abad ke-12.
Akhirnya, karena Hari Santo Nicholas dan Hari Natal sangat berdekatan, tradisi keduanya dikombinasikan.

Santo Nicholas memiliki berbagai karakter di negara-negara tertentu. Contohnya, Belanda memiliki Sinter Klaas; Father Christmas yang memberikan hadiah di Inggris Raya; Pére Noël melakukan hal yang sama di Perancis; dan di Jerman terdapat Santo Nicholas yang memiliki banyak nama termasuk Klaasbuur, Burklaas, Rauklas, Bullerklaas, dan Sunnercla, meskipun Father Christmas juga menjadi populer. Di Amerika Serikat, nama Sinter Klaas menjadi Santa Claus.

Natal meraih popularitas saat berubah menjadi perayaan domestik, setelah publikasi Clement Clarke Moore “Kunjungan dari Santo Nichloas”dan gambar Thomas Nast di Harper’s Weekly, yang menggambarkan gambaran Santa dengan janggut putih yang memberikan hadiah bagi anak-anak. Penekanan baru ini mengurani kekuatiran para pemimpin religius bahwa perayaan itu akan berakhir dengan minum-minum dan berserapah.

Asal Kata

Kata Natal (Christmas) di Inggris Kuno berasal dari kata Cristes Maesse, Misa Kristus, pertama kali ditemukan pada tahun 1038, dan Cristes-messe, pada tahun 1131. Di Belanda adalah Kerst-misse, dalam bahasa Latin Dies Natalis, yang membuat Noël dalam bahasa Perancis, dan bahasa Itali Il natale; dalam bahasa Jerman Weinachsfest, dari suatu upacara sakral kuno.

Asal Usul Pohon Natal

Pohon Natal merupakan hiasan yang hampir selalu ada di setiap perayaan Natal. Tradisi ini juga memiliki banyak cerita tentang asal-usulnya, antara lain berikut ini.

Orang Romawi mendekorasi rumah mereka dengan cabang pohon evergreen selama tahun baru dan penduduk asli kuno dari Eropa Utara memotong batang pohon evergreen – simbol kuno bagi kehidupan di tengah musim dingin – dan menanamnya di dalam rumah. Praktek ini diikuti oleh sebagian orang Kristen mula-mula yang merasa perlu menghormati orang Romawi. Namun, banyak orang Kristen mula-mula seperti Tertullian yang memusuhi praktek seperti itu. Kemudian, pada masa awal Abad pertengahan muncul sebuah legenda yang menceritakan bahwa saat Kristus lahir di akhir musim dingin, setiap pohon seluruh dunia secara ajaib meluruhkan es dan salju di cabang pohonnya dan memproduksi cabang baru yang hijau.

Pada saat yang sama, misionaris Kristen berkhotbah pada oarang Jerman dan Slavia mengambil pendekatan yang lebih toleran dari praktek kebudayaan. Para misionaris ini percaya bahwa Sang Inkarnasi memproklamirkan ketuhanan Yesus atas segala simbol yang awalnya digunakan untuk menyembah para dewa pagan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi manusia secara individual, tetapi juga terhadap kebudayaan, simbol-simbol dan tradisi yang telah berubah.
Terntunya, hal ini tidak berarti mereka bertoleransi terhadap penyembahan dewa-dewa pagan.

Tidak ada catatan jelas tentang pohon yang digunakan sebagai simbol Natal sampai pada Abad Pencerahan – berawal dari Latvia pada tahun 1510 dan Strasbourg tahun 1521. Legenda juga mencatat Martin Luther dengan penemuan pohon Natal, tetapi cerita tersebut meiliki sedikit dasar sejarah. Menurut legenda lainnya, misionaris abad ke-8, Boniface, setelah memotong sebuah pohon oak yang disakralkan bagi dewa pagan Thor (dan digunakan untuk pengorbanan manusia), menunjuk sebuah pohon cemara sebagai simbol kasih dan belas kasihan Allah.

Teori yang paling dapat dipercaya di balik kemunculan pohon Natal di abad ke-16 berhubungan dengan sebuah permainan drama di Abad Pertengahan. Drama tersebut mulai menjadi bagian dari liturgi gereja. Tetapi, di akhir Abad Pertengahan, drama tersebut semakin kasar dan didominasi oleh orang awam serta mengambil tempat di ruangan terbuka. Drama tersebut memperingati hari kelahiran (Nativity) terhubung dengan cerita penciptaan – karena Malam Natal juga dianggap sebagai hari festival Adam dan Hawa. Sebagai bagian dari drama itu, Taman Eden disimbolisaskan sebagai pohon firdaus yang digantungi buah.

Pada abad ke-16, drama tersebut dilarang di banyak tempat. Karna itu lah mungkin orang-orang memasang pohon firdaus di rumah mereka sebagai kompensasi karena mereka tidak lagi dapat menikamati permainan drama tersebut. Pohon Natal mula-mula (atau cabang pohon hijau) digunakan di rumah mengacu sebagai firdaus.
Mereka sering digantungi dengan wafer yang mensimbolisasi Ekaristi, yang dikembangkan menjadi ornamen kue-kue yang mendekorasi pohon Natal di Jerman saat ini. Deskripsi detail pertama pohon seperti itu bertanggal pada 1605.

Kebiasaan tersebut meraih popularitas sepanjang abad 17 – 18, melawan protes berbagai pendeta. Pendeta Lutheran, Johann von Dannhauer contohnya, mengeluhkan (seperti Tertullian) bahwa simbol tersebut mengalihkan perhatian para pemercaya dari “pohon hijau”yang sesungguhnya, Yesus Kristus. Tetapi hal ini tidak menghentikan banyak gereja untuk memasang pohon Natal di dalam tempat ibadah mereka.
Bersama dengan pohon itu, pohon sering kali berbentuk piramid kayu – rak-rak lemari berisi lulun-lilin, kadang satu bagi setiap anggota keluarga. Akhirnya, piramid dari lailin-lilin inilah yang ditempatkan pohon.

Pohon Natal hanyak menjadi umum di negara berbahasa Inggris di abad ke 19, dipopulerkan di Inggris oleh Ratu Victoria dan diperkenalkan di Amerika oleh imigran berbahasa Jerman. Saat ini, pohon Natal dijadikan jembatan antara arti perayaan Kristen dan ekspresi sekularnya.

Beberapa Fakta Seputar Natal :

- Beberapa orang Kristen merayakan kedatangan Yesus Kristus pada tanggal 6 januari, Epifani, yaitu saat Ia dipercayai dibaptis.
- Lagu “Dua Belas Hari Natal”(“The Twelve Days of Christmas”) mengacu pada 12 hari antara Natal dan Epifani.
- Kata Xmas terkadang digunakan daripada Natal. Di bahasa Yunani, X adalah huruf pertama dari nama Kristus.
- Pada tahun 1969, gereja Katolik Roma mengeluarkan Festival Santo Nicholas dari kalendernya karena masa hidupnya tidak terdokumentasikan.
- Rudolph tidak menjadi rusa ke-9 Santa sampai tahun 1939 saat seorang penulis periklanan bagi sebuah departement store Montgomery Ward menciptakannya.

                                                                                                                                         Rado Sianipar

INILAH TREN TEKNOLOGI PADA TAHUN 2012-PREDIKSI DAN RAMALAN TAHUN 2012

Dunia teknologi semakin memudahkan manusia dalam melakukan berbagai macam aktivitas. Pada tahun 2012 yang akan datang dunia IT akan mengalami tren ke arah cluod computing, karena penyimpanan data lebih murah, tidak nmemakan tempat yang banyak serta bisa diakses dimana saja. Prediksi dan ramalan tren teknologi pada 2012 juga salah satunya situs jejaring sosial akan semakin booming, prediksi lainnya adalah angka kriminalitas di dunia maya akan semakin meningkat pesat. Berikut tren teknologi pada tahun 2012 prediksi dan ramalan.



Konsumerisme dan komputasi awan (cloud) akan menjadi dua tren penting di tahun 2012. Perusahaan IT, distributor hingga pengguna gadget harus menyiapkan diri.

Managing Vice President Gartner, Daryl Plummer, menjelaskan siapapun yang memanfaatkan teknologi harus bersiap beradaptasi dengan cloud maupun konsumerisme. "Pengguna saat ini memegang kendali perangkat yang dimilikinya. Sedangkan pemilik bisnis juga harus mengontrol anggaran IT-nya dalam beberapa tahun ke depan," ungkap Plummer.

Seperti dikutip ComputerWorld, perusahaan IT di masa depan juga harus mengatur anggaran IT-nya, baik digunakan untuk layanan hingga keamanan data. Sedangkan pengguna menginginkan kecepatan layanan IT.

Tapi, berikut adalah 11 prediksi tentang teknologi versi Gartner:

1. Layanan cloud akan lebih murah
vendor akan ramai memakai layanan cloud karena lebih murah. Bahkan teknologi cloud akan memangkas 15 persen pendapatan perusahaan outsourcing terkemuka di tahun 2015

2. Jejaring Sosial Akan Booming
Situs jejaring sosial akan makin booming, meskipun terjadi tumpang tindih pengguna. Seiring dengan itu, perusahaan besar seperti Microsoft, IBM, Oracle, Google dan VMMare juga akan terus membesar.

3. Konektivitas Tinggi
Sekitar 50 persen dari pengguna email kantoran akan mengakses email dari browser, tablet atau perangkat ponsel pintarnya. Hal itu juga mendukung kenaikan pengguna instant messaging, web conference dan jejaring sosial.

4. Pengembang Aplikasi Mobile Marak
Jumlah pengembang aplikasi mobile yang menyasar perangkat tablet dan ponsel pintar akan mengalahkan aplikasi PC. Rasionya mencapai 4:1 di 2015.

5. Pemakai Layanan Cloud Bertambah
Sekitar 40 persen perusahaan akan mengalihkan datanya dari server atau storage biasa ke cloud hingga 2016. Ini berarti permintaan terhadap keamanan data perusahaan semakin meningkat

6. Cloud Publik Akan Meningkat
Lebih dari 50 persen dari 1.000 perusahaan global akan memakai cloud publik di 2016. Hal itu untuk mengefisienkan biaya IT perusahaan

7. Belanja IT Berkurang
35 persen anggaran biaya IT perusahaan akan dikelola di luar bagian departemen IT sendiri di 2015. Beberapa anggaran IT akan direalokasikan ke bagian lain

8. Perpindahan Perusahaan Manufaktur IT
20 persen perusahaan yang biasa mengambil barang manufaktur IT dari Asia akan berpindah ke Amerika Serikat, termasuk Amerika Latin, Kanada dan Amerika Serikat sendiri.Tapi beberapa perusahaan manufaktur yang berkaitan dengan intelektual properti akan direlokasi dari Asia ke Amerika

9. Angka Kriminal Dunia Maya Meningkat
Angka kriminal dunia maya akan meningkat 10 persen per tahun hingga 2016. Sehingga akan menimbulkan kerentanan baru di dunia maya

10. Biaya Tambahan Energi Global
80 persen harga layanan cloud akan memasukkan elemen energi global hingga 2015. Penggunaan energi baik sumber daya alam maupun manusia akan menambah struktur biaya yang kemudian baru terbentuk harga

11. Perusahaan Dituntut Mengefisienkan Data
Sekitar 85 persen dari 500 perusahaan terkemuka akan mengalami kegagalan dalam mengantisipasi keefisienan datanya. Namun perusahaan akan menjadi semakin kompetitif di 2015.

Siapkah Anda untuk menghadapi tren tersebut?

                                                                                                                                        Rado Sianipar
Read More.. Dunia teknologi semakin memudahkan manusia dalam melakukan berbagai macam aktivitas. Pada tahun 2012 yang akan datang dunia IT akan mengalami tren ke arah cluod computing, karena penyimpanan data lebih murah, tidak nmemakan tempat yang banyak serta bisa diakses dimana saja. Prediksi dan ramalan tren teknologi pada 2012 juga salah satunya situs jejaring sosial akan semakin booming, prediksi lainnya adalah angka kriminalitas di dunia maya akan semakin meningkat pesat. Berikut tren teknologi pada tahun 2012 prediksi dan ramalan.



Konsumerisme dan komputasi awan (cloud) akan menjadi dua tren penting di tahun 2012. Perusahaan IT, distributor hingga pengguna gadget harus menyiapkan diri.

Managing Vice President Gartner, Daryl Plummer, menjelaskan siapapun yang memanfaatkan teknologi harus bersiap beradaptasi dengan cloud maupun konsumerisme. "Pengguna saat ini memegang kendali perangkat yang dimilikinya. Sedangkan pemilik bisnis juga harus mengontrol anggaran IT-nya dalam beberapa tahun ke depan," ungkap Plummer.

Seperti dikutip ComputerWorld, perusahaan IT di masa depan juga harus mengatur anggaran IT-nya, baik digunakan untuk layanan hingga keamanan data. Sedangkan pengguna menginginkan kecepatan layanan IT.

Tapi, berikut adalah 11 prediksi tentang teknologi versi Gartner:

1. Layanan cloud akan lebih murah
vendor akan ramai memakai layanan cloud karena lebih murah. Bahkan teknologi cloud akan memangkas 15 persen pendapatan perusahaan outsourcing terkemuka di tahun 2015

2. Jejaring Sosial Akan Booming
Situs jejaring sosial akan makin booming, meskipun terjadi tumpang tindih pengguna. Seiring dengan itu, perusahaan besar seperti Microsoft, IBM, Oracle, Google dan VMMare juga akan terus membesar.

3. Konektivitas Tinggi
Sekitar 50 persen dari pengguna email kantoran akan mengakses email dari browser, tablet atau perangkat ponsel pintarnya. Hal itu juga mendukung kenaikan pengguna instant messaging, web conference dan jejaring sosial.

4. Pengembang Aplikasi Mobile Marak
Jumlah pengembang aplikasi mobile yang menyasar perangkat tablet dan ponsel pintar akan mengalahkan aplikasi PC. Rasionya mencapai 4:1 di 2015.

5. Pemakai Layanan Cloud Bertambah
Sekitar 40 persen perusahaan akan mengalihkan datanya dari server atau storage biasa ke cloud hingga 2016. Ini berarti permintaan terhadap keamanan data perusahaan semakin meningkat

6. Cloud Publik Akan Meningkat
Lebih dari 50 persen dari 1.000 perusahaan global akan memakai cloud publik di 2016. Hal itu untuk mengefisienkan biaya IT perusahaan

7. Belanja IT Berkurang
35 persen anggaran biaya IT perusahaan akan dikelola di luar bagian departemen IT sendiri di 2015. Beberapa anggaran IT akan direalokasikan ke bagian lain

8. Perpindahan Perusahaan Manufaktur IT
20 persen perusahaan yang biasa mengambil barang manufaktur IT dari Asia akan berpindah ke Amerika Serikat, termasuk Amerika Latin, Kanada dan Amerika Serikat sendiri.Tapi beberapa perusahaan manufaktur yang berkaitan dengan intelektual properti akan direlokasi dari Asia ke Amerika

9. Angka Kriminal Dunia Maya Meningkat
Angka kriminal dunia maya akan meningkat 10 persen per tahun hingga 2016. Sehingga akan menimbulkan kerentanan baru di dunia maya

10. Biaya Tambahan Energi Global
80 persen harga layanan cloud akan memasukkan elemen energi global hingga 2015. Penggunaan energi baik sumber daya alam maupun manusia akan menambah struktur biaya yang kemudian baru terbentuk harga

11. Perusahaan Dituntut Mengefisienkan Data
Sekitar 85 persen dari 500 perusahaan terkemuka akan mengalami kegagalan dalam mengantisipasi keefisienan datanya. Namun perusahaan akan menjadi semakin kompetitif di 2015.

Siapkah Anda untuk menghadapi tren tersebut?

                                                                                                                                        Rado Sianipar