KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Penyayang, karena berkat dan
rahmatNYA , saya bisa menyusun dan menyajikan makalah yang berisi tentang
jaringan komputer sebagai salah satu tugas kuliah praktek jaringan komputer.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Martahan Sitorus,ST selaku dosen mata kuliah jaringan komputer yang
telah memberikan bimbingannya kepada penulis dalam proses penyusunan makalah
ini. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah
memberikan dorongan dan motivasi.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan
dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta
saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan
dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Penulis
juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan
pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud
penulis.
Penyusun,
Rado
Tua Sianipar
20093124720650061
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.............................................................................................................................................
Daftar
Isi
Pendahuluan
Defenisin
Jaringan Komputer
Manfaat
Jaringan Komputer
Macam
Jaringan Komputer
Model
Referensi OSI
Karakteristik
Lapisan OSI
Protokol
Lapisan-lapisan Model OSI
Transmisi Data Pada Model OSI
Pengalamatan
Jaringan
Alamat IP versi 4
Alamat IP versi 6
Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4
Representasi
Alamat
Jenis-jenis
alamat
Kelas-kelas
alamat
Teknologi
Ethernet
Perencanaan
Dan Pengkabelan Jaringan
Kabel Coaxial
Thinnet ( 10Base2)
Thicknet ( 10Base5)
Kabel TP ( Twisted Pair )
Kabel Fiber Optik
I.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan
cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan
teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988
jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas,
perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide
internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.
Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak
jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh
jaringan dibangun dari kabel koaxial,
kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.
Sebelum lebih banyak lagi dijelaskan mengenai
jaringan komputer secara teknis, pada bab pendahuluan ini akan diuraikan terlebih dahulu definisi jaringan komputer, manfaat jaringan
komputer, ddan macam jaringan komputer.
1.1 Definisi Jaringan Komputer
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan
komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas
komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini
disebut jaringan komputer (computer network).
Dalam buku ini kita akan menggunakan istilah
jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous. Dua buah
komputer dikatakan terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar
informasui. Betuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja melainkan
dapat emnggunakan serat optik, gelomabng mikro, atau satelit komunikasi.
Untuk memahami
istilah jaringan komputer sering kali kita dibingungkan dengan sistem
terdistribusi (distributed system). Kunci
perbedaannya adalah bahwa sebuah sistem terdistribusi,keberadaan sejumlah
komputer autonomous bersifat transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat
memberi perintah untuk mengeksekusi suatu program, dan kemudian program itupun
akan berjalan dan tugas untuk memilih
prosesor, menemukan dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan menyimpan
hasilnya di tempat yang tepat mertupakan tugas sistem operasi. Dengan kata
lain, pengguna sistem terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya
banyak prosesor (multiprosesor), alokasi tugas ke prosesor-prosesor, alokasi file
ke disk, pemindahan file yang dfisimpan dan yang diperlukan, serta
fungsi-fungsi lainnya dari sitem harus bersifat otomatis.
Pada suatu jaringan komputer, pengguna harus secara
eksplisit log ke sebuah mesin, secara eksplisit menyampaikan tugasnya dari
jauh, secara eksplisity memindahkan file-file dan menangani sendiri secara umum
selusurh manajemen jaringan. Pada sistem terdistribusi, tidak ada yang perlu
dilakukan secara eksplisit, sermunya sudah dilakukan secara otomatis oleh
sistem tanpa sepengetahuan pemakai.
Dengan demikian sebuah sistem terdistribusi adalah
suatu sistem perangkat lunak yang dibuat pada bagian sebuah jaringan
komputer. Perangkat lunaklah yang
menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jarimngan yang bersangkutan.
Karena itu perbedaan jaringan dengan sistem terdistribusi lebih terletak pada
perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi), bukan pada perangkat kerasnya.
1.2 Manfaat Jaringan Komputer
Sebelum
membahas kita masalah-masalah teknis
lebih mendalam lagi, perlu kiranya diperhatikan hal-hal yang membuat orang
tertarik pada jaringan komputer dan untuk apa jaringan ini digunakan. Manfaat
jaringan komputer bagi manusia dapat dikelompokkan pada jaringan untuk
perusahaan, jaringan untuk umum, dan masalah sosial jaringan.
a. Jaringan
untuk perusahaan/organisasi
Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/
organisasi, ada beberapa keuntungan yang
dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing, reliabilitas tinggi, lebih
ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi.
Resource sharing
bertujuan agar seluruh program,
peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada
jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. jadi source
sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak.
Dengan menggunakan jaringan komputer akan
memberikan reliabilitas tinggi yaitu
adanya sumber-sumber alternatif
pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan,
artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu
perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.
b.
Jaringan untuk umum
Apa yang telah diulas di atas
bahwa minat untuk membangun jaringan komputer semata-mata hanya didasarkan pada
alasan ekonomi dan teknologi saja. Bila komputer mainframe yang besar dan
baik dapat diperoleh dengan harga murah,
maka akan banyak perusahaan/organisasi yang menggunakannya.
Jaringan
komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di rumah-rumah
dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan seperti apa yang
telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
§
access ke informasi
yang berada di tempat yang jauh
§ komunikasi orang-ke-orang
§ hiburan interaktif.
Ada bermacam-macam bentuk access
ke infomasi jarak jauh yang dapat dilakukan, terutama setelah berkembangnya
teknologi internet , berita-berita di koran sekarang dapat di down load ke
komputer kita melalui internet, dan tidak hanya itu sekarang kita dapat
melakukan pemesanan suatu produk melalui internet, bisnis yang dikenal dengan
istilah electronic
commerce (e-commerce), ini sekarang sedang berkemang dengan pesat .
c.
Masalah sosial jaringan
Penggunaan jaringan oleh
masyarakat luas akan menyebabkan masalah-masalah sosial, etika, dan politik.
Internet telah masuk ke segala penjuru
kehidupan masyarakat, semua orang dapat
memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, jenis kelamin.
Penggunaan internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas
pada topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, hal-hal dalam batas norma-norma
kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet
mempunyai topik yang sangat menarik
perhatian orang, seperti politik, agama, sex. Gambar-gambar yang dipasang di
situs-situs tersebut mungkin akan merupakan sesuatu yang sangat mengganggu bagi
sebagian orang. Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan
tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan video clip
singkatpun sekarang dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan
komputer. Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebgaian
lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi ) merupakan sesuatu
yang tidak dapat diterima.
1.3 Macam Jaringan Komputer
a. Local Area Network
Local Area Network (LAN)
merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang
berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan
komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau
pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan
saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya
berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.
LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang
berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat
diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya
kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan
manajemen jaringan.
LAN seringkali menggunakan teknologih
transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10
sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan
delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN
modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan
megabit/detik.

Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring
Terdapat
beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1
menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat
sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan untuk mengirim paket. Mesin-mesin
lainnya perlu menahan diri untuk tidak
mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin
atau lebih ingin mengirikan secara bersamaan, maka mekanisme pengatur
diperlukan. Me4kanisme pengatur dapat berbentuk tersentralisasi atau
terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet merupakan jaringan
broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi pada
kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim
kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka
masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum mengulangi
lagi pengiriman.
Sistem broadcast
yang lain adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah
sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Biasanya setiap bit
mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan beberapa bit,
bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim seluruhnya. Seperti sistem
broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi untuk mengendalikan access
simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan LAN ring yang populer yang
beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat
dibagi menjadi dua, yaitu statik dan dinamik. Jenis al;okasi statik dapat
dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma round robin,
yang mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot
waktunya sudah diterima. Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel
bila sebuah mesin tidak punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot
alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar sistem cenderung mengalokasi
channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan
kebutuhan).
Metoda alokasi dinamik bagi suatu channel dapat
tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel
tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur,
yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa dilakukan setelah menerima giliran dan
membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda aloksi
channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus
dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.
b. Metropolitan Area
Network
Metropolitan
Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran
lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan
yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau
umum. MAN biasanya mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat
berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua
buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur
paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat
rancangan menjadi lebih sederhana.
Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah
ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang
diimplementasikan. Standart
tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart
IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel
unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan
pada gambar 1.2. Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai
aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah
kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan
bus yang berada di bawah.

Arsitektur MAN DQDB
c. Wide
Area Network
Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas,
sertingkali mencakup sebuah negara atau benua.
WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk
mejalankan program-program aplikasi.
Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri
dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi
(disebut juga sirkuit, channel, atau
trunk) memindahkan bit-bit dari satu
mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah komputer
khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat
data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim
untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart
dalam menamakan komputer seperti ini.
Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system,
data switching exchange dan sebagainya.

Hubungan antara
host-host dengan subnet
Sebagai istilah generik bagi
komputer switching, kita akan menggunakan istilah router. Tapi perlu diketahui
terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan terminologi ini.
Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.4 setiap host dihubungkan ke
LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan
tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan
saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.
Istilah subnet sangat penting,
tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan saluran-sakuran
komunikasi yang memindahkan paket dari host host tujuan. Akan tatapi, beberpa
tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan
jaringan.
Pada sebagian besar WAN, jaringan
terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan
sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan
melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui
router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router
lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router
dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan
kemudian baru diteruskan.

bebarapa
topologi subnet untuk poin-to-point .
(a)Bintang (b)Cincin
(c)Pohon (d)Lengkap (e) Cincin
berinteraksi (f)Sembarang.
Subnet yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet
point-to-point, store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN
(kecuali yang menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward.
Di dalam menggunakan subnet point-to-point, masalah
rancangan yang penting adalah pemilihan jenis topologi interkoneksi router.
Gambar 1.5 menjelaskan beberapa kemungkinan topologi. LAN biasanya berbentuk topologi simetris,
sebaliknya WAN umumnya bertopologi tak menentu.
d. Jaringan
Tanpa Kabel
Komputer mobile seperti komputer notebook dan
personal digital assistant (PDA),
merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya. Banyak
pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin
desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah
mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, maka banyak yang tertarik
untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini.
Jaringan tanpa kabel
mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable.
Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan
elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail,
membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga
ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan
tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas.
Wireless
|
Mobile
|
Aplikasi
|
Tidak
|
Tidak
|
Worksation tetap di kantor
|
Tidak
|
Ya
|
Komputer
portable terhubung ke len telepon
|
Ya
|
Tidak
|
LAN
dengan komunikasi wireless
|
Ya
|
Ya
|
Kantor
portable, PDA untuk persediaan
|
Kombinasi
jaringan tanpa kabel dan komputasi mobile
Walaupun jaringan
tanpa kabel dan sistem komputasi yang dapat berpindah-pindah sering kali
berkaitan erat, sebenarnya tidaklah sama, seperti yang tampak pada tabel 1.2.
Komputer portabel kadang-kadang menggunakan kabel juga, yaitu disaat seseorang
yang sedang dalam perjalanan menyambungkan komputer portable-nya ke jack
telepon di sebuah hotel, maka kita mempunyai mobilitas yang bukan jaringan
tanpa kabel. Sebaliknya, ada juga komputer-komputer yang menggunakan jaringan
tanpa kabel tetapi bukan portabel, hal ini dapat terjadi disaat
komputer-komputer tersebut terhubung pada LAN yang menggunakan fasilitas
komunikasi wireless (radio).
Meskipun jaringan
tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki
banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps,
yang mana jauh lebih rendah dibandingkan
dengan jaringan berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar, dan
transmisi dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain.
II.
MODEL REFERENSI
OSI
Model referensi OSI (Open System Interconnection)
menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah
komputer berpindah melewati sebuah media
jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI
secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan
memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar 2.1
(tanpa media fisik). Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang
dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal
menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer .
Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena
model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan
sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem
lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI
saja.

Gambar 2.1. Model Referensi OSI
Model OSI memiliki tujuh layer.
Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila
diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki
fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih
dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar
meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak,
sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer
diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit
mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
Di
bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai
dari layer terbawah. Perlu dicatat bahwa model OSI itu sendiri bukanlah
merupakan arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti
layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya
menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi
ISO juga telah membuat standard untuk
semua layer, walaupun standard-standard ini bukan merupakan model referensi itu
sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang
terpisah.
1.
Karakteristik
Lapisan OSI
Ke tujuh lapisan dari model referensi OSI dapat
dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.
Lapisan atas dari
model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi
hanya pada software. Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan
penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi
saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen
komunikasi. Istilah lapisan atas kadang-kadang digunakan untuk menunjuk ke
beberapa lapisan atas dari lapisan lapisan yang lain di model OSI.
Lapisan bawah dari
model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan
data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan
bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan
terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik
(misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan
informasi pada media jaringan. Tabel berikut ini menampilkan pemisahan kedua lapisan
tersebut pada lapisan-lapisan model OSI.
Application
|
Application
|
Lapisan
Atas
|
Presentation
|
||
Session
|
||
Transport
|
Data
Transport
|
Lapisan
Bawah
|
Network
|
||
Data Link
|
||
Physical
|
Tabel 2.1
Pemisahan Lapisan atas dan Lapisan bawah pada model OSI
2. Protokol
Model OSI menyediakan secara
konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar komputer, tetapi model ini
bukan merupakan metoda komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi karena
menggunakan protokol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah
protokol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana
komputer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protokol
mengimplementasikan salah satu atau lebih dari lapisan-lapisan OSI. Sebuah
variasi yang lebar dari adanya protokol komunikasi, tetapi semua memelihara
pada salah satu aliran group: protokol LAN, protokol WAN, protokol jaringan,
dan protokol routing. Protokol LAN beroperasi pada lapisan fisik dan data link
dari model OSI dan mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam media LAN.
Protokol WAN beroperasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan
mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam WAN. Protokol routing adalah protokol
lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan
lalu lintas. Akhirnya protokol jaringan adalah berbagai protokol dari lapisan teratas yang ada dalam
sederetan protokol.
Protokol adalah sebuah aturan atau
standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan
perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat
diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.
Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada
internet.
TCP/IP (singkatan dari Transmission
Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2. Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
3. Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM))
UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
* Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
* Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
* UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
* UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2. Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
3. Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM))
UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
* Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
* Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
* UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
* UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet
3.
Lapisan-lapisan
Model OSI
a.
Physical
Layer
Physical Layer berfungsi dalam
pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus
diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit,
data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0
bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu
digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk
angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi
dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang
dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum
masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik,
elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah
physical layer.
b.
Data
Link Layer
Tugas utama data link layer adalah
sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke
saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer,
data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim
memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah
ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame
tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim
kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit
tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link
layer-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa
dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila
secara insidental pola-pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan
perhatian khusus untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah
dianggap sebagai batas-batas frame.
Terjadinya noise pada saluran dapat
merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak data link layer pada mesin sumber
dapat mengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi transmisi frame
sama secara berulang-ulang bisa menimbulkan duplikasi frame. Frame duplikat
perlu dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang dikembalikan ke
pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi
masalah-masalah yang disebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Data
link layer menyediakan beberapa kelas layanan bagi network layer. Kelas layanan
ini dapat dibedakan dalam hal kualitas dan harganya.
Masalah-masalah lainnya yang timbul
pada data link layer (dan juga sebagian besar layer-layer di atasnya) adalah
mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke
penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu-lintas data harus memungkinkan
pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat
tertentu. Seringkali pengaturan aliran dan penanganan error ini dilakukan
secara terintegrasi.
Saluran yang dapat mengirim data
pada kedua arahnya juga bisa menimbulkan masalah. Sehingga dengan demikian
perlu dijadikan bahan pertimbangan bagi software data link layer. Masalah yang dapat
timbul di sini adalah bahwa frame-frame acknoeledgement yang mengalir dari A ke
B bersaing saling mendahului dengan aliran dari B ke A. Penyelesaian yang
terbaik (piggy backing) telah bisa digunakan; nanti kita akan membahasnya
secara mendalam.
Jaringan broadcast memiliki masalah
tambahan pada data link layer. Masalah tersebut adalah dalam hal mengontrol
akses ke saluran yang dipakai bersama. Untuk mengatasinya dapat digunakan
sublayer khusus data link layer, yang disebut medium access sublayer.
Masalah
mengenai data link control akan diuraikan lebih detail lagi pada bab tiga.
c.
Network Layer
Network
layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting
adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke
tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke”
network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session
terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap
paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban
jaringan saat itu.
Bila
pada saat yang sama dalam sebuah subnet
terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba
pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck.
Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.
Karena
operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya. seringkali
terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer. Untuk
membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah paket
atau karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya. Accounting
menjadi lebih rumit, bilamana sebuah paket melintasi batas negara yang memiliki
tarip yang berbeda.
Perpindahan
paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah
yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat
berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin
tidak dapat menerima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar.
Protokolnyapun bisa berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network
layer telah mendapat tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga
memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.
d.
Transport Layer
Fungsi dasar transport layer adalah
menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua
potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu,
semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat
melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak
dapat dihindari.
Dalam keadaan normal, transport
layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang
diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput
yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak.
Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk
meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan
koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa
koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk
membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.
Transport layer juga menentukan
jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para
pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran
error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan
pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya.
Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman,
dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi
dimulai.
Transport layer merupakan layer end
to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada
mesin sumber membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang
dituju. Pada layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan
mesin-mesin lain yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin
sumber terluar atau mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah
router. Perbedaan
antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end.
Hal ini dapat dijelaskan seperti pada gambar 2-1.
Sebagai
tambahan bagi penggabungan beberapa aliran pesan ke satu channel, transport
layer harus hati-hati dalam menetapkan dan memutuskan koneksi pada jaringan.
Proses ini memerlukan mekanisma penamaan, sehingga suatu proses pada sebuah
mesin mempunyai cara untuk menerangkan dengan siapa mesin itu ingin
bercakap-cakap. Juga harus ada mekanisme untuk mengatur arus informasi, sehingga arus informasi dari host yang cepat tidak membanjiri host
yang lambat. Mekanisme seperti itu disebut pengendalian aliran dan memainkan
peranan penting pada transport layer (juga pada layer-layer lainnya). Pengendalian
aliran antara host dengan host berbeda dengan pengendalian aliran router dengan router. Kita akan mengetahui
nanti bahwa prinsip-prinsip yang sama digunakan untuk kedua jenis pengendalian
tersebut.
e.
Session Layer
Session layer mengijinkan para
pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session
selain memungkinkan transport data
biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan
yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk
memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin
kemesin lainnya.
Sebuah layanan session layer adalah
untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas
bergerak dalam bentuk dua arah pada
suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya
satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu
untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat.
Layanan session di atas disebut
manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa
kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama.
Untuk mengatur aktivitas ini, session
layer menyediakan token-token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang
token yang diijinkan melakukan operasi kritis.
Layanan
session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika
mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin
lainnya dengan kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang
dapat terjadi. Setelah masing-masing
transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal,
dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke
aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah
tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.
f.
Pressentation Layer
Pressentation layer melakukan
fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian
umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna
untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di
bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat
lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang
dikirimkan.
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding
data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner
yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal,
jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string
karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang
dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara
satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan
string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu
dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang
memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data
yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan
encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer
mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang
digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan
sebaliknya.
g.
Application Layer
Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalnya terdapat
ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan
dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan
bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang
berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan
dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya.
Suatu cara untuk mengatasi masalah
seperti di ata, adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak,
serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling
bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus
ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal
sebenarnya. Misalnya, saat editor menggerakkan cursor terminal virtual ke sudut
layar kiri, software tersebut harus mengeluarkan urutan perintah yang sesuai
untuk mencapai cursor tersebut. Seluruh software terminal virtual berada pada
application layer.
Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file
yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara
menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari
sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk
mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini. Tugas tersebut juga merupakan
pekerjaan appication layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry,
directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan
khusus lainnya.
4. Transmisi Data Pada Model OSI
Gambar 1-17 menjelaskan sebuah
contoh tentang bagaimana data dapat ditransmisikan dengan menggunakan model
OSI. Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima.
Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian
menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya
dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.
Pressentation layer dapat membentuk
data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di
ujung depannya, yang diberikan oleh session layer. Penting untuk diingat bahwa
presentation layer tidak menyadari tentang
bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang
merupakan data pengguna yang sebenarnya.
Proses pemberian header ini berulang
terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan
ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi
dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

Gambar 2.2 Contoh tentang bagaimana model OSI digunakan
Yang menjadi kunci di sini adalah
bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk vertikal seperti pada gambar
1-17, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan
berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman
mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan
header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.
III.
PENGALAMATAN JARINGAN
3.1 Alamat IP
versi 4
Alamat IP
versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit,
dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih
tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan
dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga
nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana
nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
3.2 Alamat IP versi 6
Alamat IP
versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol
IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit,
dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038
host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit
(jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat),
alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4
miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa
limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta
saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin
hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat
besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis
(hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang
disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan
tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga
mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam
IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam
IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful
address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP
Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan
bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara
bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam
IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan
digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format
Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format
Prefix.
IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Panjang dari angka ini adalah 32-bit
(untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan
alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Protokol yang menjadi standar dan
dipakai hampir oleh seluruh komunitas Internet adalah TCP/IP (Transmission
Control Protocol/Internet Protocol). Agar komputer bisa berkomunikasi dengan
komputer lainnya, maka menurut aturan TCP/IP, komputer tersebut harus memiliki
suatu address yang unik. Alamat tersebut dinamakan IP address. IP Address
memiliki format sbb: aaa.bbb.ccc.ddd. Contohnya: 167.205.19.33
Format IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”
3.3 Perbandingan Alamat
IPv6 dan IPv4
Tabel berikut menjelaskan
perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
Kriteria
|
||
Panjang alamat
|
32 bit
|
128 bit
|
Jumlah total host (teoritis)
|
232=±4 miliar host
|
2128
|
Menggunakan kelas alamat
|
Tidak
|
|
Alamat multicast
|
Kelas D,
yaitu 224.0.0.0/4
|
Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8
|
Alamat broadcast
|
Tidak ada
|
|
Alamat yang belum ditentukan
|
0.0.0.0
|
::
|
Alamat loopback
|
127.0.0.1
|
::1
|
Alamat IP publik
|
Alamat IPv6 unicast global
|
|
Alamat IP pribadi
|
Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
|
|
Konfigurasi alamat otomatis
|
Ya (APIPA)
|
Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
|
Representasi tekstual
|
Dotted decimal format notation
|
Colon hexadecimal format notation
|
Fungsi Prefiks
|
Subnet mask atau panjang prefiks
|
Panjang prefiks
|
Resolusi alamat DNS
|
A Resource Record (Single A)
|
AAAA Resource Record (Quad
A)
|
3.4 Representasi Alamat
Alamat
IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal
notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z.
Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0
hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat
IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet
mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
- Network Identifier/NetID atau Network
Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. - Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
3.5 Jenis-jenis alamat
Alamat
IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
- Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
- Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
- Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
3.6 Kelas-kelas alamat
Dalam
RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet
pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas
IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah
bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan
lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP
|
Digunakan oleh
|
||
Kelas
A
|
1–126
|
0xxx
xxxx
|
|
Kelas
B
|
128–191
|
10xx
xxxx
|
|
Kelas
C
|
192–223
|
110x
xxxx
|
Alamat
unicast untuk jaringan skala kecil
|
Kelas
D
|
224–239
|
1110
xxxx
|
Alamat
multicast (bukan alamat unicast)
|
Kelas
E
|
240–255
|
1111
xxxx
|
Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
|
Kelas A
Alamat-alamat
kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam
alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit
berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network
identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan
16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan,
karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat
kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit
pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet
pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua
oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat
memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat
IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam
oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit
selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network
identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host
identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan
254 host untuk setiap network-nya.
Kelas D
Alamat
IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga
berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D
selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan
sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas
mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat
Multicast IPv4.
Kelas E
Alamat
IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental"
atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit
pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang
dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas Alamat
|
Nilai oktet pertama
|
Bagian untuk Network
Identifier
|
Bagian untuk Host Identifier
|
Jumlah jaringan maksimum
|
Jumlah host dalam satu
jaringan maksimum
|
Kelas
A
|
1–126
|
W
|
X.Y.Z
|
126
|
16,777,214
|
Kelas
B
|
128–191
|
W.X
|
Y.Z
|
16,384
|
65,534
|
Kelas
C
|
192–223
|
W.X.Y
|
Z
|
2,097,152
|
254
|
Kelas
D
|
224-239
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Kelas
E
|
240-255
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
IV.
TEKNOLOGI ETHERNET
4.1 ETHERNET
Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Protokol Ethernet paling banyak di gunakan dalam sistem
jaringan. Ethernet menggunakan metode akses yang disebut dengan CSMA/CD
(Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection) dalam mengkomunikasikan
data. Protocol Ethernet bekerja dengan memperhatikan network atau jaringan
sebelum di lakukan transformasi atau transmisi data . Apabila jalur masih sibuk
maka akan dia akan menunggu melakukkan pengiriman data hingga jalur bersih dari
data.
Topologi : Topologi BUS dan Topologi Star
Kabel : Coaxial, Fiber Optic dan
Twisted Pair
Kecepatan
: 10 Mbps.
4.2
Jenis-jenis
ETHERNET
Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut:
Kecepatan
|
Standar
|
Spesifikasi IEEE
|
Nama
|
10 Mbit/detik
|
Ethernet
|
||
100 Mbit/detik
|
|||
1000 Mbit/detik
|
|||
10000 Mbit/detik
|
11mm/.ll
|
Ø
IEEE 802.3
IEEE 802.3
adalah sebuah kumpulan standar IEEE yang mendefinisikan lapisan fisik
dan sublapisan media access control
dari lapisan data-link
dari standar Ethernet
berkabel. IEEE 802.3 mayoritas merupakan teknologi Local Area Network
(LAN), tapi beberapa di antaranya adalah teknologi Wide Area Network
(WAN).
IEEE 802.3 juga merupakan sebuah teknologi yang mendukung arsitektur jaringan IEEE 802.1.
Sebuah frame IEEE 802.3 terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
IEEE 802.3 juga merupakan sebuah teknologi yang mendukung arsitektur jaringan IEEE 802.1.
Sebuah frame IEEE 802.3 terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
- Header IEEE 802.3:
- Preamble
- Start Delimiter
- Destination Address
- Source Address
- Length
- Header IEEE 802.2 Logical Link Control:
- Destination Service Access Point (DSAP)
- Source Service Access Point (SSAP)
- Control
- Payload
- Trailer IEEE 802.3:
- Frame Check Sequence (FCS)
Preamble
Field Preamble adalah
sebuah field berukuran 7 byte yang terdiri atas beberapa bit
angka 0 dan 1 yang dapat melakukan sinkronisasi dengan perangkat penerima.
Setiap byte
dalam field ini berisi 10101010.
Start Delimiter
Field Start Delimiter
adalah sebuah field berukuran 1 byte yang terdiri atas urutan bit
10101011, yang mengindikasikan permulaan frame Ethernet yang
bersangkutan. Kombinasi antara field Preamble dalam IEEE 802.3
dan Start Delimiter adalah sama dengan field Preamble
dalam Ethernet II,
baik itu ukurannya maupun urutan bit yang dikandungnya.
Destination Address
Field Destination Address
adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Destination Address
dalam Ethernet II,
kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte.
Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.
Source Address
Field Source Address adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Source Address dalam Ethernet II, kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte. Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.
Source Address
Field Source Address adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Source Address dalam Ethernet II, kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte. Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.
Length
Field Length adalah sebuah field
yang berukuran 2 byte yang mengindikasikan jumlah byte dimulai
dari byte pertama dalam header LLC hingga byte terakhir
field Payload. Field ini tidak memasukkan header IEEE
802.3 atau field Frame Check Sequence. Ukuran minimumnya adalah
46 (0x002E), dan nilai maksimumnya adalah 1500 (0x05DC).
Destination Service Access Point
Field Destination Service Access
Point (DSAP) adalah sebuah field berukuran 1 byte yang
mengindikasikan protokol lapisan tinggi yang digunakan oleh frame pada node
tujuan. Field ini adalah salah satu dari field-field IEEE 802.2 Logical Link Control
(LLC). Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol (protocol
identifier) yang digunakan di dalam format frame IEEE 802.3.
Nilai-nilainya ditetapkan oleh IANA.
Source Service Access Point
Field Source Service Access Point
(SSAP) adalah sebuah field berukuran 1 byte yang mengindikasikan
protokol lapisan tinggi yang digunakan oleh frame pada node
sumber. Field ini adalah salah satu dari field-field IEEE 802.2 Logical Link Control
(LLC). Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol (protocol
identifier) yang digunakan di dalam format frame IEEE 802.3.
Nilai-nilainya ditetapkan oleh IANA.
Ø
IEEE 802.5
Standard IEEE 802.5 ( token ring)
Jaringan ring telah lama dan dipakai
untuk LAN maupun WAN. Ring merupakan kumpulan link point to point indiual yang
membentuk sebuah lingkaran. Link point to point melibatkan teknologi yang sudah
dikenal baik dan terbukti dilapangan dan dapat dioperasikan pada twisted-pair,
kabel koaksial, dan serat optik. Rekayasa ring juga hampir seluruhnya digital,
sedangkan, misalnya 802.3 memiliki komponen analog penting untuk deteksi
tabrakan. Ring juga adil dan memiliki akses saluran yang baik. Dengan
alasan-alasan ini IBM memilih ring sebagai LAN-nya dan IEEE telah memasukkan
standard token ring sebagai 802.5. Token-Ring berbasis standar IEEE 802.5 dan
beroperasi pada 4 atau 16 MBps. Dengan Token-Ring, devais network secara fisik
terhubung dalam konfigurasi ring dimana data dilewatkan dari devais ke devais
secara berurutan. Sebuah paket kontrol, yang dikenal sebagai kontrol token,
juga dilewatkan dalam ring. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil
token, mengisinya dengan data dan dikembalikan ke ring. Devais penerima akan
mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan dikembalikan ke ring.
Protokol ini mencegah terjadinya kolisi data dan menghasilkan performansi yang
lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.
Ada tiga tipe pengembangan dari
Token Ring dasar: full duplex, switched dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full
Duplex menggandakan bandwidth yang tersedia bagi devais pada network. Switched
Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data antara segmen LAN,
tidak antara devais LAN tunggal. Standar 100VG-AnyLAN mendukung format Ethernet
dan Token Ring pada kecepatan 100 MBps.
kelebihan
§ Rekayasanya
cukup mudah dan dapat berbentuk sepenuhnya digital
§ Ring-ring
dapat dibentuk dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana
sampai serat optik secara virtual
Ø IEEE
802.11
standart IEEE 802.11 (Wireless Lan)
Standard IEEE 802.11 adalah standard
yang digunakan untuk jaringan lokal menggunakan wireles. Sebuah metode CSMA/cd
telah diterapkan standard terakhir pada tahun 1998 juga telah menerapkan
metode.Sebuah Wireless Distribution System (WDS) adalah suatu sistem yang
memungkinkan interkoneksi nirkabel jalur akses dalam IEEE 802.11 jaringan. Hal
ini memungkinkan jaringan nirkabel yang akan diperluas menggunakan beberapa
jalur akses tanpa memerlukan kabel tulang punggung untuk menghubungkan mereka,
seperti yang secara tradisional diperlukan. Terkemuka WDS atas keuntungan dari
solusi lain adalah bahwa ia melindungi alamat-alamat MAC klien frame di link
antara jalur akses. Sebuah jalur akses dapat berupa utama, relay atau remote
base station. Sebuah stasiun basis utama biasanya tersambung ke kabel
Ethernet.Sebuah base station relay relay data antara BTS terpencil, klien
nirkabel atau stasiun relay baik utama atau base station relay lain. Sebuah
stasiun pangkalan terpencil menerima koneksi dari klien nirkabel dan melewati
mereka pada relay atau stasiun utama. Sambungan antara "klien" yang
dibuat dengan menggunakan alamat MAC daripada dengan menentukan IP tugas.
V.
PERENCANAAN DAN
PENGKABELAN JARINGAN
Komputer
membutuhkan sebuah media transmisi untuk dapat terhubung dan melakukan segala
bentuk kegiatan di sebuah jaringan. Media transmisi ada beberapa macam, salah
satunya adalah kabel. Kabel digunakan untuk menghubungkan antara suatu server
dengan workstation atau sebaliknya. Berikut macam – macam bentuk kabel yang
biasa digunakan dalam jaringan komputer :
5.1 Kabel
Coaxial
Kabel coaxial ditemukan pertama kali tahun 1929. Pada tahun 1940 perusahaan
AT & T membuat jaringan yang melintasi benua Amerika dengan menggunakan
kabel coaxial.
Kabel coaxial merupakan kabel yang hanya tersusun atas inti tembaga pada
intinya, dan tertutup secara menyeluruh oleh bahan plastik insulator. Bagian inti
kabel terbuat dari bahan tembaga atau alumunium yang halus berupa anyaman.
Bagian luar kabel berupa plastik coating. Selain berfungsi untuk melindungi
kabel bagian dalam, sisi luar dari kabel coaxial juga berfungsi sebagai
pentanahan (grounding).

kabel
coaxial dibedakan menjadi dua yaitu :
5.2 Thinnet
( 10Base2)
thinnet merupakan salah satu keluarga dari kabel RG-58. masing-masing ujung
kabel menggunakan konektor BNC ( British Naval Connector ). Setiap server dan
workstation yang menggunakan kabel coaxial disambungkan pada bus menggunakan
konektor jenis T.
Pada kabel thinnet, masing-masing ujung diberi sebuah
terminator berupa resistor dengan impedansi 50 Ohm. Hal ini bertujuan agar
akses workstation dengan server atau sebaliknya dapat stabil dan konsisten.
Kecepatan akses kabel thinnet adala 10 Mbps.

5.3 Thicknet ( 10Base5)
Kabel thicknet jarang digunakan pada jaringan karena harga kabel yang
terlalu mahal . ciri-ciri kabel thicknet adalah :
·
Mempunyai panjang max 500 meter
·
Ketebalan kabel mencapai kira-kira setengah inci
·
Dapat mencapai hingga 100 koneksi jaringan
·
Mempunyai kecepatan akses transmisi mencapai 10 Mbps.

Tabel macam dan penjelasan
kabel coaxial
Jenis Kabel
|
Keterangan
|
RG – 58/U – 50 Ohm
|
Kabel RG-58 dengan inti kawat
dapat berupa tembaga solid maupun hanya berupa serabut
|
RG - 58 A/U
|
Digunakan untuk kepentingan
bidang militer
|
RG – 59 – 75 Ohm
|
Digunakan untuk transmisi
data dengan jarak jauh seperti yang digunakan pada bidang televisi
|
RG - 6
|
Digunakan untuk kabel satelit
|
RG – 62 – 93 Ohm
|
Digunakan untuk Arcnet
|
5.4 Kabel TP ( Twisted Pair )
Kabel TP merupakan suatu kabel yang berintikan tembaga berukuran kecil.
Pada masing-masing kabel berisikan 8 buah kabel kecil dengan warna yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan warna pada kabel bertujuan untuk
mempermudah dalam memasukannya pada konektor RG-45.
Kabel TP terdiri dari dua macam yaitu :
·
Kabel
UTP ( Unshilded Twisted Pair )
Kabel UTP (10BaseT)
digunakan pada jaringan untuk menghubungkan computer.
Kelebihan:
a.
Kecepatan
transfer paket data hingga mencapai 100 Mbps.
b.
Harga
lebih terjangkau
c.
Pemasangan
sangat sederhana, sehingga tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya.
d.
Biaya
perawatan dan perbaikannya cukup murah sehingga biaya investasi dapat
diminimalkan.
Kelemahan:
a.
Panjang
maksimum yang diperbolehkan dalam jaringan adalah 100 meter. Apabila lebih dari
100 meter , maka paket data yang kita kirimkan akan hilang dijalan sehingga
tidak akan sampai pada tujuan.
b.
Kabel
UTP tidak tahan terhadap gangguan cuaca dalam jangka waktu yang lama.
c. Apabila UTP digunakan pada suatu
jaringan yang luas dan besar, akan terjadi penumpukan kabel pada satu titik
tempat. Hal ini akan menyebabkan tempat tersebut kurang rapi dan
akan terlihat seperti gudang kabel.
·
Kabel
STP ( Shilded Twisted Pair )
Kelebihan:
a. Memiliki
kecepatan transfer paket data mencapai 155 Mbps
b. Koneksi
lebih tahan terhadap gangguan elektrik daripada kabel UTP
Kelemahan :
a. Harga
lebih mahal dibanding kabel UTP
b. Jarang
ditemui dipasaran
c. Panjang
max yang diperbolhkan sama dengan kabel UTP 100 meter
d. Membutuhkan
suatu konektor khusus untuk groundingnya
e. Kurang
dapat mengatasi penyadapan dari pihak luar
Berdasarkan cara pemasangannya dengan LAN Card, kabel UTP ( Unshilded twisted pair) dapat kita hubungkan
dengan 3 macam cara yaitu :
v Metode
Straight
Digunakan untuk menghubungkan peralatan jaringan yang jenisnya berbeda,
misalnya antara komputer dengan hub / switch.
Pemasangan atau laplink sama dengan kabel standart. Pemasangan kabel antara
warna ujung satu dengan ujung yang lain sama dengan warna dari ujung kabel
standart, tidak ada yang perlu diubah.
Pin Kabel
|
Ujung Kabel Standart
|
Ujung Kabel Straight
|
1
|
Putih –
Orange
|
Putih -
Orange
|
2
|
Orange
|
Orange
|
3
|
Putih
- Hijau
|
Putih
- Hijau
|
4
|
Biru
|
Biru
|
5
|
Putih –
Biru
|
Putih - Biru
|
6
|
Hijau
|
Hijau
|
7
|
Putih –
Coklat
|
Putih -
Coklat
|
8
|
Coklat
|
Coklat
|

v Metode
Cross Over
Digunakan untuk menghubungkan peralatan jaringan yang sejenis misalnya
antara komputer dengan komputer, hub dengan hub dan lain-lain.
Kabel yang digunakan dalam jaringan hanya 4 buah pin kabel saja. Pin-pin
kabel yang dipakai adalah pin1, pin2, pin3, dan pin6. Dengan demikian
pemasangan kabel crossover hanya dengan menyilangkan 4 buah pin tersebut,
sedangkan kabel lainnya kita pasang sesuai dengan kabel standart.
Pin Kabel
|
Ujung Kabel Standart
|
Ujung Kabel Straight
|
1
|
Putih -
Orange
|
Putih –
Hijau
|
2
|
Orange
|
Hijau
|
3
|
Putih
- Hijau
|
Putih
- Orange
|
4
|
Biru
|
Biru
|
5
|
Putih -
Biru
|
Putih –
Biru
|
6
|
Hijau
|
Orange
|
7
|
Putih -
Coklat
|
Putih -
Coklat
|
8
|
Coklat
|
Coklat
|

v Metode
Roll Over
Digunakan untuk menghubungkan peralatan jaringan yang berbeda, misalnya
router dengan komputer, router dengan hub. Pemasangannya hanya melingkar atau
memutarbalikkan dari kabel standart sehingga ujung-ujung warna pada kabel
standart bertemu dengan ujung warna kabel rollover memutar.
Pin Kabel
|
Ujung Kabel Standart
|
Ujung Kabel Straight
|
1
|
Putih -
Orange
|
Coklat
|
2
|
Orange
|
Putih –
Coklat
|
3
|
Putih
- Hijau
|
Hijau
|
4
|
Biru
|
Putih –
Biru
|
5
|
Putih -
Biru
|
Biru
|
6
|
Hijau
|
Putih –
Hijau
|
7
|
Putih -
Coklat
|
Orange
|
8
|
Coklat
|
Putih -
Orange
|
5.5 Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik merupakan suatu jenis kabel yang berisi
serat optik yang sangat halus, digunakan untuk mentransfer data pada jaringan
komputer. Pada inti kabel terdapat serat sebai inti (core) atau sering
dinamakan dengan inner optik. Inner optik
dilapisi atau dilindungi oleh bahan gelas yang disebut dengan cladding.
Fiber optik terdapat dua jenis sumber cahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan pensignalan, yaitu Semiconductor Laser (LED). Kecepatan transfer kabel fiber optik
dapat mencapai ratusan mega bit per detik (Mbps). Oleh karena itu, serat fiber
optik juga dapat digunakan untuk mengirimkan signal listrik dengan bite rate
yang rendah dalam lingkungan noise
sekalipun.
Kabel fiber optik menurut modelnya ada dua macam, yaitu single fiber (mono mode) dan several fiber (multi mode). Single fiber
mempunyai bandwith yang lebar tetapi memiliki inti yang sangat kecil, sehingga
menyulitkan dalam penyambungan (splice).
Manfaat penggunaan
kabel fiber optik dalam suatu jaringan komputer adalah apabila kita terhubung
dengan internet maka kecepatan transfer data akan terasa lebih cepat, sehingga
kita tidak perlu menunggu terlalu lama untuk membuka suatu situs website.
Keuntungan:
a. Sangat
stabil dan konstan dalam mengakses paket data
b. Apabila
terdapat suatu hambatan dalam pengiriman paket data biasanya kendala tersebut
sangat kecil dan bukan hambatan yang berarti.
c. Kecepatan
paket data sangat tinggi dapat mencapai 1 Gbps.
d. Apabila
dalam suatu jaringan membutuhkan suatu bandwith dalam proses transmisi datanya,
maka fiber optik dapat dijadikan sebagai backbone.
Kekurangan:
a. Pemasangan
dan pemeliharaan kabel memerlukan keahlian khusus.
b. Harga
lebih mahal dibandingkan kabel TP maupun kabel coaxial.
c. Pemeliharaan
kabel lebih sulit karena berada diluar ruangan dan dengan jarak yang jauh.
Apabila terjadi gangguan seperti kabel putus, maka akan sulit sekali
mendeteksinya.
d. Perawatan
kabel membutuhkan biaya investasi yang tidka sedikit, sehingga pengguna rumahan
jarang memakai fiber optik untuk media akses jaringannya. Umumnya hanya
perusahaan-perusahaan besar saja yang menggunakan kabel ini untuk keperluan
jaringan.
VI.
KONFIGURASI DASAR
DAN PENGUJIAN JARINGAN
6.1 Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi jaringan dimaksudkan untuk memberikan nama dan identitas yang unik
dalam jaringan corporate anda. Anda perlu merencanakan suatu standard
konfigurasi jaringan didalam organisasi global business anda untk memudahkan
identifikasi dan management. Konfigurasi jaringan bisa terdiri dari identitas
unik seperti:
1. Penamaan komponen dan object jaringan
Konfigurasi
jaringan dengan memberikan standard penamaan yang universal dalam corporasi
anda sangat diperlukan sekali untuk semua komponen dan object jaringan. Adalah
suatu kebutuhan bahwa entitas jaringan seperti file server; share printer; router; switch; user; group dan system email mempunyai suatu standard penamaan
global yang unik dan konsisten. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa
entitas resources dari corporate anda dapat dengan mudah diidentifikasi dan di
temukan dalam jaringan global anda.
Jika
corporasi anda mempunyai banyak unit bisnis secara global, suatu kode ID
unit bisnis anda sangat diperlukan sebagai kode prefix dalam system penamaan.
Setiap kode ID bisnis unit haruslah unik.
Sekarang
kita kembali ke scenario dalam jaringan komputer kita sebelumnya, korporasi tambang ini mempunyai 3
unit bisnis yaitu Guinea; Hongkong dan Sidoarjo sehingga contoh penamaan dalam
unit bisnis bisa diberikan seperti berikut:
GUI
sebagai prefix untuk Guinea
HNK
sebagai prefix untuk Hongkong
SDA
untuk prefix tambang di Sidoarjo
Untuk
suatu company yang mempunyai banyak cabang bisnis, suatu prefix company bisa disambung
dengan prefix unit bisnis cabang sebagai kode untuk identifikasi bisnis cabang
seperti contoh berikut ini:
GUISML
untuk Guinea dengan bisnis cabang Smelter
GUIFRG
untuk Guinea dengan bisnis cabang Freight
System
penamaan ini akan membentuk dasar prefix kode penamaan yang bisa dipakai secara
universal untuk mendefinisikan berbagai macam komponen dan object dalam
direktori dan jaringan corporasi.
Nama komputer
Nama
komputer dari setiap server haruslah terdiri dari ID Company, ID site (jika
diperlukan), role dari server dan nomor urut yang unik (jika memang
diperlukan):
<CompanyID>
Role
dari suatu server bisa didefinisikan sebagai berikut:
Role
|
Server (Primary) Function
|
DC
|
Domain
controller
|
SQL
|
SQL
Database Server
|
MAIL
or EXCH
|
Mail
or Exchange server
|
FS
|
File
and Print server
|
GUISMLDC01
untuk Domain Controller – Guinea unit bisnis Smelter #01
Konfigurasi
Jaringan lain mengenai penamaan adalah penamaan Piranti jaringan seperti
Router; Switch; yang sangat diperlukan untuk memberikan identifikasi secara
konsisten dalam group corporasi anda.
Penamaan
Switch Standard
Systaxnya
adalah ebagai berikut:
<
CompanyID>-< Location>-
Location
seharusnya tidak lebih dari 8 karakter (hanya sebagai panduan saja) dan
digunakan untuk mendefinisikan nama yang bersifat lokal yang unik. Hal ini bisa
berdasarkan pada .
S
mendefinisikan jenis piranti SWITCH Lan
CS mendifinisikan
core SWITCH Lan
Sebagai
contoh adalah yang berikut, jika core Switch Lan ke dua di Guinea Smelter di
lantai 1 maka penamaannya adalah: GUISML-L1-CS2
Penamaan
standard Router
Hostname
dari suatu router harus terdiri dari kode ID company, lokasi, jenis router dan
nomor urut unik (jika ada):
<
CompanyID>- Location>-
R
dipakai sebagai jenis router yang dipakai
CR
adalah jenis Core Router yang biasa dipakai sebagai titik penghubung ke
jaringan WAN (interlink).
2. Konfigurasi IP address
Jika
suatu piranti ingin berkomunikasi mnggunakan TCP/IP, maka setiap piranti
memerlukan IP Address. Artikel lain akan membahas secara detil mengenai IP
Addressing ini. Kembali ke scenario awal kita mengenai koneksi jaringan, mari kita lihat diagram core
sederhana dibawah ini yang menghubungkan kedua gedung Mining dan HRD.

Konfigurasi Jaringan Diagram
Kita
lihat bahwa konfigurasi jaringan di Mining office (MO) mempunyai file server
sendiri (GUISML-MO-FS01) yang hanya akan di akses oleh para enginner geologi di
gedung Mining. Penempatan resource server yang sering di akses pada area yang
dekat para pengakses bakal meningkatkan respons time jaringan.
Pemberian
IP address pada Server dan Switch dalam konfigurasi jaringan haruslah
menggunakan IP addres yang fix. Yang perlu anda punyai adalah dokumentasi yang
memadai – mengenai register dari Fix IP address seperti dalam table berikut ini
sebelum dikonfiguraskan kedalam piranti jaringan.
IP
Address register – Guinea Smelter
IP
Address
|
ID
piranti
|
Keterangan
|
192.168.100.254
|
GUISML-HR-R01
|
E0
Core Router di gedung HRD untuk koneksi WAN
|
192.168.100.253
|
GUISML-HR-DC01
|
Domain
controller #01 gedung HRD
|
192.168.100.252
|
GUISML-HR-DC02
|
Domain
controller #02 gedung HRD
|
192.168.100.251
|
GUISML-HR-FS03
|
File
server #03 di gedung HRD
|
192.168.100.250
|
GUISML-HR-Cs1
|
Core
switch #1 di gedung HRD
|
…..
|
||
…..
|
||
192.168.100.1
to
192.168.100.220
|
DHCP
IP pool
|
Reserve
IP for DHCP IP address pool
|
6.2 Cara Pengujian Jaringan
Ketika kita terhubung dengan jaringan pastinya kita akan
berpikir bagaimana cara kita memastikan jaringan sudah terhubungan dengan
jaringan yang lain. Ada 2 cara untuk mengujinya yaitu dengan cara hadware dan
software.
Secara Hardware :
Secara Hardware :
- Perhatikan lampu indikator NIC nya. kalau warna hijau maka jaringan sudah oke.
- Perhatikan lampu indikator di hub atau switch apabila menyala maka jaringan sudah jalan.
- Teslah kabel jaringan dengan tester, apabila warna-warnanya aktif dan berturut-turut maka kabel jaringan oke...
Secara
software :
- Find computer pada neighbourhood indikasi bola telah terhubung adalah akan ditemukan komputer name yang sesuai dengan pencarian jika computare namenya benar.
- Double klik pada ikon neighbour akan muncul komputer name,selain computer name milik kita sendiri
- Windows explorer pada drive network neighbour hood akan muncul computer name selain milik kita sendiri.
- Ping IP addres komputer lain, maka akan mendapat balasan pengiriman data dari komputer yang kita hubungi sedang aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita contoh.
VII.
NETWORKING ADDRESS
TRANSLATION (NAT)
7.1 Network Address Translation (NAT)
Dalam FreeBSD,
mekanisme Network Address Translation (NAT) dijalankan oleh program Natd yang bekerja sebagai
daemon. Network Address Translation Daemon (Natd) menyediakan solusi untuk permasalahan penghematan ini
dengan cara menyembunyikan IP address
jaringan internal, dengan membuat paket yang di-generate di dalam terlihat seolah-olah dihasilkan dari mesin yang
memiliki IP address legal. Natd
memberikan konektivitas ke dunia luar tanpa harus menggunakan IP address legal dalam jaringan internal.
Natd menyediakan
fasilitas Network Address Translation untuk digunakan dengan socket divert. Natd
mengubah semua paket yang ditujukan ke host
lain sedemikian sehingga source IP addressnya berasal dari mesin Natd.
Untuk setiap paket yang diubah berdasarkan aturan ini, dibuat tabel translasi
untuk mencatat transaksi ini.
Dengan NAT, aturan
bahwa untuk berkomunikasi harus menggunakan IP address legal, dilanggar.NAT bekerja dengan jalan
mengkonversikan IP-IP address ke satu atau lebih IP address lain. IP address yang dikonversi adalah IP address yang diberikan untuk tiap mesin dalam jaringan internal
(bisa sembarang IP). IP address yang
menjadi hasil konversi terletak di luar jaringan internal tersebut dan
merupakan IP address legal yang
valid/routable.
7.2 Mekanisme NAT
Sebuah paket TCP
terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah satu field yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan nomor port asal dan tujuan.
Saat mesin A
menghubungi mesin B, header paket
berisi IP A sebagai IP address asal
dan IP B sebagai IP address tujuan. Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya dipilih oleh mesin
pengirim dari sekumpulan nomor port)
dan nomor port tujuan yang spesifik,
misalnya port 80 (untuk web).
Kemudian B menerima paket
pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai
nomor port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal & tujuan dan nomor port asal & tujuan dalam header paket. Sehingga keadaan sekarang
IP B adalah IP address asal dan IP A
adalah IP address tujuan. Kemudian B
mengirim paket itu kembali ke A. Selama session
terbuka, paket data hilir mudik menggunakan nomor port yang dipilih.
Router (yang biasa – tanpa Natd)
memodifikasi field MAC address asal & tujuan dalam header ketika me-route paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan
nomor sequence asal & tujuan
tidak disentuh sama sekali.
NAT juga bekerja atas
dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP address jaringan internal yang mengirim
paket melewatinya. Lalu men-set tabel
nomor port yang akan digunakan oleh
IP address yang valid. Ketika paket
dari jaringan internal dikirim ke Natd untuk disampaikan keluar, Natd melakukan
hal-hal sebagai berikut:
1. Mencatat IP address dan port asal dalam tabel translasi
2. Menggantikan nomor
IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid
3. Menetapkan nomor port khusus untuk paket yang dikirim
keluar, memasukkannya dalam tabel translasi dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus ini.
Ketika paket balasan
datang kembali, Natd mengecek nomor port tujuannya. Jika ini cocok dengan
nomor port yang khusus telah
ditetapkan sebelumnya, maka dia akan melihat tabel translasi dan mencari mesin
mana di jaringan internal yang sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis
kembali nomor port dan IP address
tujuan dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan dulu
untuk memulai koneksi. Lalu mengirim paket ini ke mesin di jaringan internal
yang dituju. Natd memelihara isi tabel translasi selama koneksi masih terbuka.
Gambar Contoh Mekanisme Natd

Perbedaan dengan sistem Proxy
Hampir mirip dengan
NAT, suatu jaringan kecil dengan proxy
bisa menempatkan beberapa mesin untuk mengakses web dibelakang sebuah mesin yang memiliki IP address valid. Ini juga merupakan langkah penghematan biaya
dibanding harus menyewa beberapa account
dari ISP dan memasang modem & sambungan telepon pada tiap mesin.
Namun demikian, proxy server ini tidak sesuai untuk
jaringan yang lebih besar. Bagaimanapun, menambah hard disk dan RAM pada server proxy
supaya proxy berjalan efisien tidak
selalu dapat dilakukan (karena constraint
biaya). Lagi pula, persentase web page
yang bisa dilayani oleh cache proxy akan makin menurun sejalan dengan
semakin menipisnya ruang kosong di hard
disk, sehingga penggunaan cache proxy menjadi tidak lebih baik dari pada
sambungan langsung. Tambahan lagi, tiap koneksi bersamaan akan meng-generate
proses tambahan dalam proxy. Tiap
proses ini harus menggunakan disk I/O
channel yang sama, dan saat disk I/O
channel jenuh, maka terjadilah bottle
neck.
NAT menawarkan solusi
yang lebih fleksibel dan scalable.
NAT menghilangkan keharusan mengkonfigurasi proxy/sock dalam tiap client. NAT lebih cepat dan mampu menangani trafik network untuk beribu-ribu user secara simultan.
Selain itu, translasi
alamat yang diterapkan dalam NAT, membuat para cracker di Internet tidak mungkin menyerang langsung sistem-sistem
di dalam jaringan internal. Intruder
harus menyerang dan memperoleh akses ke mesin NAT dulu sebelum menyiapkan
serangan ke mesin-mesin di jaringan internal. Penting di ketahui bahwa,
sementara dengan NAT jaringan internal terproteksi, namun untuk masalah security, tetap saja diperlukan paket filtering dan metoda pengamanan lainnya
dalam mesin NAT.
Contoh
Kasus Installasi Natd
Sebuah perusahaan
kecil memiliki sejumlah komputer dan sambungan ke Internet. Komputer-komputer
itu saat ini telah membentuk suatu LAN. Sambungan Internet-nya diasumskan
berupa dedicated T1 link
Langkah-langkah yang harus
dilakukan
1. Installasi
FreeBSD
Sediakan satu komputer untuk dijadikan Gateway. Penulis menyarankan penggunaan FreeBSD RELEASE 2.2.6 (Natd hanya
jalan di FreeBSD 2.2.1 ke atas), karena selain gratis juga requirement hardware-nya
tidak terlalu boros. PC 486 dengan 16 MB memory
dan HD 850 MB juga sudah cukup mewah.
Untuk mengetahui proses installasi
FreeBSD, silahkan baca kembali tulisan-tulisan di Infokomputer sebelumnya dan
manual FreeBSD sendiri.
2. Installasi
Gateway
Pasang 2 network interface agar
mesin ini menjadi gateway. Network Card (misal NE2000 atau 3COM) satu dihubungkan ke jaringan internal
dan satu lagi untuk koneksi ke ISP.
Misalnya dua-duanya NE2000 Compatible.
maka nick untuk card yang menghadap ke dalam adalah ed0 dan untuk card yang
menghadap keluar adalah ed1.
Pastikan juga option gateway = ”YES”
tertulis dengan benar dalam file
rc.conf. Atau bisa juga dengan mengetik perintah: sysctl -w
net.inet.ip.forwarding=1
3.
Installasi Firewall
Pasang IP firewall di mesin FreeBSD ini. Caranya adalah :
a.
Edit
kernel source di /usr/src/sys/i386/conf
Tambahkan
option-option berikut ini pada file kernel.
options IPFIREWALL
options IPFIREWALL_VERBOSE
options “IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=100”
options IPDIVERT
b.
Compile
kernel tersebut
c.
Aktifkan
firewall di rc.conf dengan
menambahkan
firewall="YES"
firewall_type="OPEN"
3. Installasi
Natd
Langkah-langkahnya adalah sbb:
a.
Download source nya di ftp://ftp.suutari.iki.fi/pub/natd
b.
Unzip dan untar archive tersebut dengan perintah
gzip
-dc natd_1.12.tar.gz | tar -xvf -
c.
Lakukan
make dan make install di direktori yang dihasilkan. Ketikkan perintah
berikut:
cd
natd_1.12
make
make
install
d.
Edit
startup file supaya Natd berjalan
secara otomatis
Buat
file natd.sh di /usr/local/etc/rc.d. Isi file tersebut adalah
#!/bin/sh
/sbin/ipfw -f flush
/sbin/ipfw add divert 13494 ip from any to any via ed0
/sbin/ipfw add pass all from 127.0.0.1
to 127.0.0.1
/sbin/ipfw add pass ip from any to any
/usr/local/sbin/natd -port 13494 -interface
ed0
Arti
dari file ini adalah:
v
Hapuskan
semua rule firewall
v
Tambahkan
feature divert di port 13494 (Anda bisa mengganti ini
dengan port yang Anda inginkan) untuk
mendiversi paket dari dan ke gateway
lewat interface ed0
v
Bolehkan
semua paket lewat di atas local host
v
Bolehkan
semua paket IP lewat semua interface
v
Jalankan
Natd dengan menjadi daemon yang
menunggu di port 13494 via interface ed0.
e.
Reboot
mesin FreeBSD-nya supaya setting bisa diaktifkan.
4. Konfigurasikan
TCP/IP Client.
Jadikan nomor IP card ed0 di FreeBSD sebagai gateway
dari tiap workstation, IP tiap-tiap work station harus berada dalam network yang sama dengan card ed0 yang ada di mesin gateway. Misal ed0 di-beri nomor IP 192.168.1.1 dan ed1 167.205.19.5, maka workstation
diberi nomor IP 192.168.1.2 s/d
192.168.1.14 jika digunakan mask 16
atau 255.255.255.240. ed1 adalah interface
yang memiliki IP address valid
Setelah semuanya
langkah-langkah di atas dijalankan dengan baik maka, applikasi Internet di client siap dijalankan via NAT.
Untuk
kasus lain misalnya sambungan ke Internet-nya menggunakan modem, maka
mekanismenya sama saja, tinggal diganti interface
di gateway yang menghadap keluar
dengan interface modem (tun0) dan
jalankan program ppp untuk men-dial
ISP-nya. Khusus untuk dial-out, ppp
sebenarnya memiliki mekanisme sendiri untuk kasus ini yaitu dengan option
-alias. Jadi jika kita menjalankan ppp dengan option -alias maka kita tidak
perlu menjalankan Natd, karena option ini menyediakan fasilitas yang sama
dengan Natd khusus untuk dial-out.
Natd
hanyalah salah satu cara untuk menghemat persediaan IP address yang semakin menipis. Dengan adanya fakta bahwa untuk
bergabung ke Internet, host pencari
informasi (Client) sebenarnya tidak
perlu memiliki IP address legal, maka
IP address legal tersebut bisa
dicadangkan untuk host-host penyedia
informasi (Server). Penelitian untuk
terus memperbaiki performansi Internet ini masih terus dikembangkan. Sekarang
ini juga sedang dikembangkan model IP versi baru yaitu IP versi 6 (IPv6), yang
bisa menampung lebih banyak lagi komputer-komputer di Internet. Namun demikian
untuk kondisi sekarang, Natd masih merupakan solusi ampuh sebelum IPv6
diterapkan.
VIII.
INTRAGATION SERVICES
DOMAIN NETWORKING
8.1
PENGERTIAN
ISDN
ISDN (Integrated Services Digital
Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara,
dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan
konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup
pelayanan yang luas.
ISDN diprakarsai oleh H. Shimada pada
suatu pertemuan CCITT tahun 1971. Kemudian, aplikasi ISDN segera terwujud
setelah CCITT merekomendasikan standar Red Book (1985) dan
standar Blue Book (1988) dalam wujud Narrow Band (N-ISDN).
8.2
KOMPONEN / alat
dalam ISDN
Sistem ISDN terdiri dari lima buah
komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya,
yaitu terminal
Equipment, terminal Adapter , Network Termination, Line
Termination, dan Local Exchange.
TE1 : Terminal dg kemampuan protokol yang relevan dengan interface pada titik
referensi S & T dan dapat dihubungkan langsung ke sistem passive bus NT.
Contoh : Telepon ISDN; Video phone.
TE2 : Terminal yg tidak dilengkapi dengan protokol ISDN dan hanya dapat
dihubungkan ke NT dengan bantuan terminal adapter.
Contoh : Telepon konvensional (
terminal a/b ) Terminal X- 25.
NT1 : Menyediakan fungsi-fungsi yg ekivalen dg fungsi layer 1 model OSI,
memastikan bahwa TE secara pisik & elektrik sesuai dengan jaringan akses
sentralisasi pemeliharaan.
Contoh : titikterminasi fisik 2 kawat
ke 4 kawat.
NT2 : Menyediakan fungsi-fungsi yg ekivalen dengan layer 2 dan layer di
atasnya.
Contoh : PABX; LAN
LT : Titik terminasi antara jaringan akses dengan sentral ISDN. LT dapat
membentuk fungsi-fungsi seperti NT, test loop, pembangkitan sinyal dan konversi
kode.
ET : Titik terminasi jaringan akses dg sentral ISDN dimana sinyal kontrol
diproses,di mana data informasi dan data pensinyalan diproses. Juga bertugas
untuk menangani data link layer protokol DSS 1, data yg diterima diubah kedalam
format lain misal SS7 sebelum dikirim keluar ET.
TA : Perangkat interface terminal non- ISDN, agar TE2 bisa mengakses ke ISDN.
Gambar . Model Referensi ISDN
ISDN menspesifikasikan sejumlah point
reference yang mendefinisikan logical interface antara kelompok-kelompok
fungsional, seperti TA dan NT. Point-point reference tersebut adalah sebagai
berikut :
- R : Point reference antara perangkat
non-ISDN dan TA
- S : Point reference antara terminal
pemakai dengan NT2
- T : Point reference antara perangkat
NT2 dengan NT1
- U : Point reference antara perangkat
NT1 dengan LTE
8.3
METODE AKSES ISDN
Di dalam ISDN terdapat dua jenis
pelayanan, yaitu:
Basic Rate Interface (BRI) Terdiri dari 2B + D kanal. Yang mewakili 2
Bearer kanal dengan masing-masing 64 kbps untuk data dan 1 kanal D dengan 16
kbps untuk handshaking dan kontrol. Kanal pemisah untuk handshaking dan kontrol
disebut sinyal “out of band”. Kanal 2B dapat ditahan bersama-sama untuk sebuah
kanal data tunggal dengan transfer rate 128 kbps. Servis utamanya didasarkan
pada keperluan-keperluan individual user, termasuk pelanggan perumahan maupun
kantor-kantor kecil.
Primary Rate Interface (PRI) Terdiri dari 23B + D kanal. Yang mewakili
23 Bearer dengan masing-masing 64 kbps untuk data dan 1 kanal D dengan 64 kbps
untuk handshaking dan kontrol. Kanal Bearer dapat ditahan pada beberapa
kombinasi yang diperlukan.
Ditujukan untuk user-user user-user
yang dengan keperluan kapasitas yang lebih besar, seperti kantor yang memiliki
PBX digital atau sebuah LAN.
8.4
MENGAKSES ISDN
Akses Broadcast-ISDN muncul akibat dari
usaha Jerman melengkapi perumahan dan perkantoran. Ada dua cara untuk memperbesar
kapasitas pengiriman data lewat ISDN.
- SDH, yaitu alat untuk beban 150 Mbps dengan pelayanan yang berbeda dari laju data yang bervariasi
- ATM, yaitu pengembangan penyambungan paket yang memakai ukuran paket yang sama yang diesebut dengan istilah sel
Pelayanan Broadcast ISDN hampir mirip
dengan pelayanan ISDN, yaitu mempunyai:.
- Bearer Service, yaitu pemberian kanal informasi melalui pita lebar tertentu
- TeleService, yaitu pengembangan dari jenis layanan yang pertama, yang bertumpu pada kemampuan switch dan CPE. TeleService dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Pelayanan Interaktif (mencakup Conversational, Message, dan Retrieval Service), dan Pelayanan Distributif (mencakup distribusi dengan kemampuan kontrol penerimaan dan tanpa kemampuan kontrol penerimaan)
8.5
Pembentukan awal ISDN
Jaringan-jaringan konvensional (PSTN,
PDN , PSTX) digabungkan menjadi jaringan digital yang terintegrasi dengan cara
mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut, kemudian jaringan-jaringan yang
telah memenuhi konsep Integrated Digital Network diintegrasikan sehingga pada
akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua jaringan konvensional ini menjadi
sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep digital sampai ke pengguna akhir.
Awalnya, telepon jaringan menggunakan kawat atau kabel untuk sarana koneksinya.
Namun pada permulaan tahun 1960-an,
sistem telepon ini mulai dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke
sambungan paket sistem digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar bermula
ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal Bigfon di Berlin
pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang sama penggunaaan ISDN mulai
disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi ini dimulai oleh CCITT (sekarang
ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan PBB yang menangani bidang
standarisasi telekomunikasi.
8.6
Cara menggunakan ISDN
Layanan ISDN di Indonesia .
Aplikasi layanan ISDN di Indonesia
disediakan oleh PT Telkom .
Direct Dialling
In
= Telepon yang tersambung ke
jaringan PSTN/ISDN dapat secara langsung memanggil pesawat cabang STLO.
Call Diversion = Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab(answeringservice)
Do Not Disturb = Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
PBX Line Hunting Service = Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
Three Party Service = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.
Freephone = Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.
Speed Dialling = Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.
Call Waiting = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.
Centrex Service = Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secarakhusus.
Call Diversion = Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab(answeringservice)
Do Not Disturb = Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
PBX Line Hunting Service = Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
Three Party Service = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.
Freephone = Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.
Speed Dialling = Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.
Call Waiting = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.
Centrex Service = Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secarakhusus.
Malicious Call
Identification =
Pelanggan dapat meminta identifikasi panggilan yang diterimanya.
KESIMPULAN
Jaringan Komputer
merupakan solusi untuk kebutuhan manusia dalam pengaksesan data, hal ini
tercermin dengn meningkatnya penggunana jaringan komputer baik dalam scope
kecil maupun besar. Pengguna jasa ini pun tidak terkotaki hanya kalangan
tertentu saja, akan tetapi telah menjalar hampir ke seluruh kalangan pengguna
komputer.
Jaringan komputer memberikan sisi baik dan sisi buruk.
Salah satu sisi baiknya adalah adanya pengefisiensian penggunaan resource,
dana dan percepatan waktu dalam pengaksesannya. Akan tetapi ada dampak negatif
yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, seperti pencurian data
oleh para crecker untuk mengambil keuntungan pribadi, pengaksesan
situs-situs porno, pembobolan rekening dan kejadian cyberclaim lainnya.
Kedua side effect itu, kembali kepada pengguna, bagaimana
bisa memposisikan diri dalam melakukakannya dan jelas dapat
dipertanggungjawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
Yuhefizar,
ilmukomputer.com
Isfah, Fahmi
dkk, Jaringan Komputer: 2006
Purbo, Onno W, Jaringan Kompute #1
Tentang Penulis
:
|
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Penyayang, karena berkat dan
rahmatNYA , saya bisa menyusun dan menyajikan makalah yang berisi tentang
jaringan komputer sebagai salah satu tugas kuliah praktek jaringan komputer.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Martahan Sitorus,ST selaku dosen mata kuliah jaringan komputer yang
telah memberikan bimbingannya kepada penulis dalam proses penyusunan makalah
ini. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah
memberikan dorongan dan motivasi.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan
dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta
saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan
dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Penulis
juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan
pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud
penulis.
Penyusun,
Rado
Tua Sianipar
20093124720650061
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.............................................................................................................................................
Daftar
Isi
Pendahuluan
Defenisin
Jaringan Komputer
Manfaat
Jaringan Komputer
Macam
Jaringan Komputer
Model
Referensi OSI
Karakteristik
Lapisan OSI
Protokol
Lapisan-lapisan Model OSI
Transmisi Data Pada Model OSI
Pengalamatan
Jaringan
Alamat IP versi 4
Alamat IP versi 6
Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4
Representasi
Alamat
Jenis-jenis
alamat
Kelas-kelas
alamat
Teknologi
Ethernet
Perencanaan
Dan Pengkabelan Jaringan
Kabel Coaxial
Thinnet ( 10Base2)
Thicknet ( 10Base5)
Kabel TP ( Twisted Pair )
Kabel Fiber Optik
I.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan
cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan
teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988
jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas,
perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide
internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.
Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak
jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh
jaringan dibangun dari kabel koaxial,
kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.
Sebelum lebih banyak lagi dijelaskan mengenai
jaringan komputer secara teknis, pada bab pendahuluan ini akan diuraikan terlebih dahulu definisi jaringan komputer, manfaat jaringan
komputer, ddan macam jaringan komputer.
1.1 Definisi Jaringan Komputer
Dengan berkembangnya teknologi komputer dan
komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas
komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini
disebut jaringan komputer (computer network).
Dalam buku ini kita akan menggunakan istilah
jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous. Dua buah
komputer dikatakan terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar
informasui. Betuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja melainkan
dapat emnggunakan serat optik, gelomabng mikro, atau satelit komunikasi.
Untuk memahami
istilah jaringan komputer sering kali kita dibingungkan dengan sistem
terdistribusi (distributed system). Kunci
perbedaannya adalah bahwa sebuah sistem terdistribusi,keberadaan sejumlah
komputer autonomous bersifat transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat
memberi perintah untuk mengeksekusi suatu program, dan kemudian program itupun
akan berjalan dan tugas untuk memilih
prosesor, menemukan dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan menyimpan
hasilnya di tempat yang tepat mertupakan tugas sistem operasi. Dengan kata
lain, pengguna sistem terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya
banyak prosesor (multiprosesor), alokasi tugas ke prosesor-prosesor, alokasi file
ke disk, pemindahan file yang dfisimpan dan yang diperlukan, serta
fungsi-fungsi lainnya dari sitem harus bersifat otomatis.
Pada suatu jaringan komputer, pengguna harus secara
eksplisit log ke sebuah mesin, secara eksplisit menyampaikan tugasnya dari
jauh, secara eksplisity memindahkan file-file dan menangani sendiri secara umum
selusurh manajemen jaringan. Pada sistem terdistribusi, tidak ada yang perlu
dilakukan secara eksplisit, sermunya sudah dilakukan secara otomatis oleh
sistem tanpa sepengetahuan pemakai.
Dengan demikian sebuah sistem terdistribusi adalah
suatu sistem perangkat lunak yang dibuat pada bagian sebuah jaringan
komputer. Perangkat lunaklah yang
menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jarimngan yang bersangkutan.
Karena itu perbedaan jaringan dengan sistem terdistribusi lebih terletak pada
perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi), bukan pada perangkat kerasnya.
1.2 Manfaat Jaringan Komputer
Sebelum
membahas kita masalah-masalah teknis
lebih mendalam lagi, perlu kiranya diperhatikan hal-hal yang membuat orang
tertarik pada jaringan komputer dan untuk apa jaringan ini digunakan. Manfaat
jaringan komputer bagi manusia dapat dikelompokkan pada jaringan untuk
perusahaan, jaringan untuk umum, dan masalah sosial jaringan.
a. Jaringan
untuk perusahaan/organisasi
Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/
organisasi, ada beberapa keuntungan yang
dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing, reliabilitas tinggi, lebih
ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi.
Resource sharing
bertujuan agar seluruh program,
peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada
jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. jadi source
sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak.
Dengan menggunakan jaringan komputer akan
memberikan reliabilitas tinggi yaitu
adanya sumber-sumber alternatif
pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan,
artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu
perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.
b.
Jaringan untuk umum
Apa yang telah diulas di atas
bahwa minat untuk membangun jaringan komputer semata-mata hanya didasarkan pada
alasan ekonomi dan teknologi saja. Bila komputer mainframe yang besar dan
baik dapat diperoleh dengan harga murah,
maka akan banyak perusahaan/organisasi yang menggunakannya.
Jaringan
komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di rumah-rumah
dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan seperti apa yang
telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
§
access ke informasi
yang berada di tempat yang jauh
§ komunikasi orang-ke-orang
§ hiburan interaktif.
Ada bermacam-macam bentuk access
ke infomasi jarak jauh yang dapat dilakukan, terutama setelah berkembangnya
teknologi internet , berita-berita di koran sekarang dapat di down load ke
komputer kita melalui internet, dan tidak hanya itu sekarang kita dapat
melakukan pemesanan suatu produk melalui internet, bisnis yang dikenal dengan
istilah electronic
commerce (e-commerce), ini sekarang sedang berkemang dengan pesat .
c.
Masalah sosial jaringan
Penggunaan jaringan oleh
masyarakat luas akan menyebabkan masalah-masalah sosial, etika, dan politik.
Internet telah masuk ke segala penjuru
kehidupan masyarakat, semua orang dapat
memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, jenis kelamin.
Penggunaan internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas
pada topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, hal-hal dalam batas norma-norma
kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet
mempunyai topik yang sangat menarik
perhatian orang, seperti politik, agama, sex. Gambar-gambar yang dipasang di
situs-situs tersebut mungkin akan merupakan sesuatu yang sangat mengganggu bagi
sebagian orang. Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan
tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan video clip
singkatpun sekarang dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan
komputer. Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebgaian
lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi ) merupakan sesuatu
yang tidak dapat diterima.
1.3 Macam Jaringan Komputer
a. Local Area Network
Local Area Network (LAN)
merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang
berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan
komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau
pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan
saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya
berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.
LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang
berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat
diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya
kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan
manajemen jaringan.
LAN seringkali menggunakan teknologih
transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10
sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan
delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN
modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan
megabit/detik.

Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring
Terdapat
beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1
menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat
sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan untuk mengirim paket. Mesin-mesin
lainnya perlu menahan diri untuk tidak
mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin
atau lebih ingin mengirikan secara bersamaan, maka mekanisme pengatur
diperlukan. Me4kanisme pengatur dapat berbentuk tersentralisasi atau
terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet merupakan jaringan
broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi pada
kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim
kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka
masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum mengulangi
lagi pengiriman.
Sistem broadcast
yang lain adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah
sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Biasanya setiap bit
mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan beberapa bit,
bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim seluruhnya. Seperti sistem
broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi untuk mengendalikan access
simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan LAN ring yang populer yang
beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat
dibagi menjadi dua, yaitu statik dan dinamik. Jenis al;okasi statik dapat
dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma round robin,
yang mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot
waktunya sudah diterima. Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel
bila sebuah mesin tidak punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot
alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar sistem cenderung mengalokasi
channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan
kebutuhan).
Metoda alokasi dinamik bagi suatu channel dapat
tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel
tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur,
yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa dilakukan setelah menerima giliran dan
membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda aloksi
channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus
dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.
b. Metropolitan Area
Network
Metropolitan
Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran
lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan
yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau
umum. MAN biasanya mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat
berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua
buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur
paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat
rancangan menjadi lebih sederhana.
Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah
ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang
diimplementasikan. Standart
tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart
IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel
unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan
pada gambar 1.2. Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai
aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah
kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan
bus yang berada di bawah.

Arsitektur MAN DQDB
c. Wide
Area Network
Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas,
sertingkali mencakup sebuah negara atau benua.
WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk
mejalankan program-program aplikasi.
Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri
dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi
(disebut juga sirkuit, channel, atau
trunk) memindahkan bit-bit dari satu
mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah komputer
khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat
data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim
untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart
dalam menamakan komputer seperti ini.
Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system,
data switching exchange dan sebagainya.

Hubungan antara
host-host dengan subnet
Sebagai istilah generik bagi
komputer switching, kita akan menggunakan istilah router. Tapi perlu diketahui
terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan terminologi ini.
Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.4 setiap host dihubungkan ke
LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan
tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan
saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.
Istilah subnet sangat penting,
tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan saluran-sakuran
komunikasi yang memindahkan paket dari host host tujuan. Akan tatapi, beberpa
tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan
jaringan.
Pada sebagian besar WAN, jaringan
terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan
sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan
melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui
router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router
lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router
dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan
kemudian baru diteruskan.

bebarapa
topologi subnet untuk poin-to-point .
(a)Bintang (b)Cincin
(c)Pohon (d)Lengkap (e) Cincin
berinteraksi (f)Sembarang.
Subnet yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet
point-to-point, store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN
(kecuali yang menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward.
Di dalam menggunakan subnet point-to-point, masalah
rancangan yang penting adalah pemilihan jenis topologi interkoneksi router.
Gambar 1.5 menjelaskan beberapa kemungkinan topologi. LAN biasanya berbentuk topologi simetris,
sebaliknya WAN umumnya bertopologi tak menentu.
d. Jaringan
Tanpa Kabel
Komputer mobile seperti komputer notebook dan
personal digital assistant (PDA),
merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya. Banyak
pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin
desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah
mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, maka banyak yang tertarik
untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini.
Jaringan tanpa kabel
mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable.
Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan
elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail,
membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga
ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan
tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas.
Wireless
|
Mobile
|
Aplikasi
|
Tidak
|
Tidak
|
Worksation tetap di kantor
|
Tidak
|
Ya
|
Komputer
portable terhubung ke len telepon
|
Ya
|
Tidak
|
LAN
dengan komunikasi wireless
|
Ya
|
Ya
|
Kantor
portable, PDA untuk persediaan
|
Kombinasi
jaringan tanpa kabel dan komputasi mobile
Walaupun jaringan
tanpa kabel dan sistem komputasi yang dapat berpindah-pindah sering kali
berkaitan erat, sebenarnya tidaklah sama, seperti yang tampak pada tabel 1.2.
Komputer portabel kadang-kadang menggunakan kabel juga, yaitu disaat seseorang
yang sedang dalam perjalanan menyambungkan komputer portable-nya ke jack
telepon di sebuah hotel, maka kita mempunyai mobilitas yang bukan jaringan
tanpa kabel. Sebaliknya, ada juga komputer-komputer yang menggunakan jaringan
tanpa kabel tetapi bukan portabel, hal ini dapat terjadi disaat
komputer-komputer tersebut terhubung pada LAN yang menggunakan fasilitas
komunikasi wireless (radio).
Meskipun jaringan
tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki
banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps,
yang mana jauh lebih rendah dibandingkan
dengan jaringan berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar, dan
transmisi dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain.
II.
MODEL REFERENSI
OSI
Model referensi OSI (Open System Interconnection)
menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah
komputer berpindah melewati sebuah media
jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI
secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan
memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar 2.1
(tanpa media fisik). Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang
dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal
menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer .
Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena
model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan
sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem
lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI
saja.

Gambar 2.1. Model Referensi OSI
Model OSI memiliki tujuh layer.
Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila
diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki
fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih
dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar
meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak,
sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer
diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit
mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
Di
bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai
dari layer terbawah. Perlu dicatat bahwa model OSI itu sendiri bukanlah
merupakan arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti
layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya
menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi
ISO juga telah membuat standard untuk
semua layer, walaupun standard-standard ini bukan merupakan model referensi itu
sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang
terpisah.
1.
Karakteristik
Lapisan OSI
Ke tujuh lapisan dari model referensi OSI dapat
dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.
Lapisan atas dari
model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi
hanya pada software. Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan
penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi
saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen
komunikasi. Istilah lapisan atas kadang-kadang digunakan untuk menunjuk ke
beberapa lapisan atas dari lapisan lapisan yang lain di model OSI.
Lapisan bawah dari
model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan
data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan
bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan
terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik
(misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan
informasi pada media jaringan. Tabel berikut ini menampilkan pemisahan kedua lapisan
tersebut pada lapisan-lapisan model OSI.
Application
|
Application
|
Lapisan
Atas
|
Presentation
|
||
Session
|
||
Transport
|
Data
Transport
|
Lapisan
Bawah
|
Network
|
||
Data Link
|
||
Physical
|
Tabel 2.1
Pemisahan Lapisan atas dan Lapisan bawah pada model OSI
2. Protokol
Model OSI menyediakan secara
konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar komputer, tetapi model ini
bukan merupakan metoda komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi karena
menggunakan protokol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah
protokol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana
komputer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protokol
mengimplementasikan salah satu atau lebih dari lapisan-lapisan OSI. Sebuah
variasi yang lebar dari adanya protokol komunikasi, tetapi semua memelihara
pada salah satu aliran group: protokol LAN, protokol WAN, protokol jaringan,
dan protokol routing. Protokol LAN beroperasi pada lapisan fisik dan data link
dari model OSI dan mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam media LAN.
Protokol WAN beroperasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan
mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam WAN. Protokol routing adalah protokol
lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan
lalu lintas. Akhirnya protokol jaringan adalah berbagai protokol dari lapisan teratas yang ada dalam
sederetan protokol.
Protokol adalah sebuah aturan atau
standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan
perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat
diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.
Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada
internet.
TCP/IP (singkatan dari Transmission
Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2. Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
3. Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM))
UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
* Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
* Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
* UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
* UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2. Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
3. Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM))
UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
* Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
* Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
* UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
* UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet
3.
Lapisan-lapisan
Model OSI
a.
Physical
Layer
Physical Layer berfungsi dalam
pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus
diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit,
data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0
bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu
digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk
angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi
dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang
dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum
masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik,
elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah
physical layer.
b.
Data
Link Layer
Tugas utama data link layer adalah
sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke
saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer,
data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim
memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah
ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame
tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim
kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit
tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link
layer-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa
dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila
secara insidental pola-pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan
perhatian khusus untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah
dianggap sebagai batas-batas frame.
Terjadinya noise pada saluran dapat
merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak data link layer pada mesin sumber
dapat mengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi transmisi frame
sama secara berulang-ulang bisa menimbulkan duplikasi frame. Frame duplikat
perlu dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang dikembalikan ke
pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi
masalah-masalah yang disebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Data
link layer menyediakan beberapa kelas layanan bagi network layer. Kelas layanan
ini dapat dibedakan dalam hal kualitas dan harganya.
Masalah-masalah lainnya yang timbul
pada data link layer (dan juga sebagian besar layer-layer di atasnya) adalah
mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke
penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu-lintas data harus memungkinkan
pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat
tertentu. Seringkali pengaturan aliran dan penanganan error ini dilakukan
secara terintegrasi.
Saluran yang dapat mengirim data
pada kedua arahnya juga bisa menimbulkan masalah. Sehingga dengan demikian
perlu dijadikan bahan pertimbangan bagi software data link layer. Masalah yang dapat
timbul di sini adalah bahwa frame-frame acknoeledgement yang mengalir dari A ke
B bersaing saling mendahului dengan aliran dari B ke A. Penyelesaian yang
terbaik (piggy backing) telah bisa digunakan; nanti kita akan membahasnya
secara mendalam.
Jaringan broadcast memiliki masalah
tambahan pada data link layer. Masalah tersebut adalah dalam hal mengontrol
akses ke saluran yang dipakai bersama. Untuk mengatasinya dapat digunakan
sublayer khusus data link layer, yang disebut medium access sublayer.
Masalah
mengenai data link control akan diuraikan lebih detail lagi pada bab tiga.
c.
Network Layer
Network
layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting
adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke
tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke”
network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session
terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap
paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban
jaringan saat itu.
Bila
pada saat yang sama dalam sebuah subnet
terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba
pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck.
Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.
Karena
operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya. seringkali
terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer. Untuk
membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah paket
atau karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya. Accounting
menjadi lebih rumit, bilamana sebuah paket melintasi batas negara yang memiliki
tarip yang berbeda.
Perpindahan
paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah
yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat
berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin
tidak dapat menerima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar.
Protokolnyapun bisa berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network
layer telah mendapat tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga
memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.
d.
Transport Layer
Fungsi dasar transport layer adalah
menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua
potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu,
semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat
melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak
dapat dihindari.
Dalam keadaan normal, transport
layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang
diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput
yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak.
Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk
meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan
koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa
koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk
membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.
Transport layer juga menentukan
jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para
pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran
error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan
pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya.
Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman,
dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi
dimulai.
Transport layer merupakan layer end
to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada
mesin sumber membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang
dituju. Pada layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan
mesin-mesin lain yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin
sumber terluar atau mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah
router. Perbedaan
antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end.
Hal ini dapat dijelaskan seperti pada gambar 2-1.
Sebagai
tambahan bagi penggabungan beberapa aliran pesan ke satu channel, transport
layer harus hati-hati dalam menetapkan dan memutuskan koneksi pada jaringan.
Proses ini memerlukan mekanisma penamaan, sehingga suatu proses pada sebuah
mesin mempunyai cara untuk menerangkan dengan siapa mesin itu ingin
bercakap-cakap. Juga harus ada mekanisme untuk mengatur arus informasi, sehingga arus informasi dari host yang cepat tidak membanjiri host
yang lambat. Mekanisme seperti itu disebut pengendalian aliran dan memainkan
peranan penting pada transport layer (juga pada layer-layer lainnya). Pengendalian
aliran antara host dengan host berbeda dengan pengendalian aliran router dengan router. Kita akan mengetahui
nanti bahwa prinsip-prinsip yang sama digunakan untuk kedua jenis pengendalian
tersebut.
e.
Session Layer
Session layer mengijinkan para
pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session
selain memungkinkan transport data
biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan
yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk
memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin
kemesin lainnya.
Sebuah layanan session layer adalah
untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas
bergerak dalam bentuk dua arah pada
suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya
satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu
untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat.
Layanan session di atas disebut
manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa
kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama.
Untuk mengatur aktivitas ini, session
layer menyediakan token-token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang
token yang diijinkan melakukan operasi kritis.
Layanan
session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika
mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin
lainnya dengan kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang
dapat terjadi. Setelah masing-masing
transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal,
dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke
aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah
tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.
f.
Pressentation Layer
Pressentation layer melakukan
fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian
umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna
untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di
bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat
lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang
dikirimkan.
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding
data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner
yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal,
jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string
karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang
dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara
satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan
string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu
dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang
memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data
yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan
encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer
mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang
digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan
sebaliknya.
g.
Application Layer
Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalnya terdapat
ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan
dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan
bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang
berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan
dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya.
Suatu cara untuk mengatasi masalah
seperti di ata, adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak,
serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling
bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus
ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal
sebenarnya. Misalnya, saat editor menggerakkan cursor terminal virtual ke sudut
layar kiri, software tersebut harus mengeluarkan urutan perintah yang sesuai
untuk mencapai cursor tersebut. Seluruh software terminal virtual berada pada
application layer.
Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file
yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara
menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari
sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk
mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini. Tugas tersebut juga merupakan
pekerjaan appication layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry,
directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan
khusus lainnya.
4. Transmisi Data Pada Model OSI
Gambar 1-17 menjelaskan sebuah
contoh tentang bagaimana data dapat ditransmisikan dengan menggunakan model
OSI. Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima.
Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian
menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya
dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.
Pressentation layer dapat membentuk
data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di
ujung depannya, yang diberikan oleh session layer. Penting untuk diingat bahwa
presentation layer tidak menyadari tentang
bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang
merupakan data pengguna yang sebenarnya.
Proses pemberian header ini berulang
terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan
ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi
dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

Gambar 2.2 Contoh tentang bagaimana model OSI digunakan
Yang menjadi kunci di sini adalah
bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk vertikal seperti pada gambar
1-17, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan
berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman
mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan
header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.
III.
PENGALAMATAN JARINGAN
3.1 Alamat IP
versi 4
Alamat IP
versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit,
dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih
tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan
dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga
nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana
nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
3.2 Alamat IP versi 6
Alamat IP
versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol
IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit,
dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038
host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit
(jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat),
alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4
miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa
limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta
saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin
hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat
besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis
(hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang
disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan
tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga
mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam
IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam
IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful
address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP
Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan
bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara
bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam
IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan
digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format
Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format
Prefix.
IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Panjang dari angka ini adalah 32-bit
(untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan
alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Protokol yang menjadi standar dan
dipakai hampir oleh seluruh komunitas Internet adalah TCP/IP (Transmission
Control Protocol/Internet Protocol). Agar komputer bisa berkomunikasi dengan
komputer lainnya, maka menurut aturan TCP/IP, komputer tersebut harus memiliki
suatu address yang unik. Alamat tersebut dinamakan IP address. IP Address
memiliki format sbb: aaa.bbb.ccc.ddd. Contohnya: 167.205.19.33
Format IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”
3.3 Perbandingan Alamat
IPv6 dan IPv4
Tabel berikut menjelaskan
perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
Kriteria
|
||
Panjang alamat
|
32 bit
|
128 bit
|
Jumlah total host (teoritis)
|
232=±4 miliar host
|
2128
|
Menggunakan kelas alamat
|
Tidak
|
|
Alamat multicast
|
Kelas D,
yaitu 224.0.0.0/4
|
Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8
|
Alamat broadcast
|
Tidak ada
|
|
Alamat yang belum ditentukan
|
0.0.0.0
|
::
|
Alamat loopback
|
127.0.0.1
|
::1
|
Alamat IP publik
|
Alamat IPv6 unicast global
|
|
Alamat IP pribadi
|
Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
|
|
Konfigurasi alamat otomatis
|
Ya (APIPA)
|
Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
|
Representasi tekstual
|
Dotted decimal format notation
|
Colon hexadecimal format notation
|
Fungsi Prefiks
|
Subnet mask atau panjang prefiks
|
Panjang prefiks
|
Resolusi alamat DNS
|
A Resource Record (Single A)
|
AAAA Resource Record (Quad
A)
|
3.4 Representasi Alamat
Alamat
IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal
notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z.
Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0
hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat
IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet
mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
- Network Identifier/NetID atau Network
Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. - Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
3.5 Jenis-jenis alamat
Alamat
IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
- Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
- Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
- Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
3.6 Kelas-kelas alamat
Dalam
RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet
pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas
IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah
bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan
lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP
|
Digunakan oleh
|
||
Kelas
A
|
1–126
|
0xxx
xxxx
|
|
Kelas
B
|
128–191
|
10xx
xxxx
|
|
Kelas
C
|
192–223
|
110x
xxxx
|
Alamat
unicast untuk jaringan skala kecil
|
Kelas
D
|
224–239
|
1110
xxxx
|
Alamat
multicast (bukan alamat unicast)
|
Kelas
E
|
240–255
|
1111
xxxx
|
Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
|
Kelas A
Alamat-alamat
kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam
alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit
berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network
identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan
16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan,
karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat
kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit
pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet
pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua
oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat
memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat
IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam
oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit
selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network
identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host
identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan
254 host untuk setiap network-nya.
Kelas D
Alamat
IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga
berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D
selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan
sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas
mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat
Multicast IPv4.
Kelas E
Alamat
IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental"
atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit
pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang
dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas Alamat
|
Nilai oktet pertama
|
Bagian untuk Network
Identifier
|
Bagian untuk Host Identifier
|
Jumlah jaringan maksimum
|
Jumlah host dalam satu
jaringan maksimum
|
Kelas
A
|
1–126
|
W
|
X.Y.Z
|
126
|
16,777,214
|
Kelas
B
|
128–191
|
W.X
|
Y.Z
|
16,384
|
65,534
|
Kelas
C
|
192–223
|
W.X.Y
|
Z
|
2,097,152
|
254
|
Kelas
D
|
224-239
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Kelas
E
|
240-255
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
IV.
TEKNOLOGI ETHERNET
4.1 ETHERNET
Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Protokol Ethernet paling banyak di gunakan dalam sistem
jaringan. Ethernet menggunakan metode akses yang disebut dengan CSMA/CD
(Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection) dalam mengkomunikasikan
data. Protocol Ethernet bekerja dengan memperhatikan network atau jaringan
sebelum di lakukan transformasi atau transmisi data . Apabila jalur masih sibuk
maka akan dia akan menunggu melakukkan pengiriman data hingga jalur bersih dari
data.
Topologi : Topologi BUS dan Topologi Star
Kabel : Coaxial, Fiber Optic dan
Twisted Pair
Kecepatan
: 10 Mbps.
4.2
Jenis-jenis
ETHERNET
Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut:
Kecepatan
|
Standar
|
Spesifikasi IEEE
|
Nama
|
10 Mbit/detik
|
Ethernet
|
||
100 Mbit/detik
|
|||
1000 Mbit/detik
|
|||
10000 Mbit/detik
|
11mm/.ll
|
Ø
IEEE 802.3
IEEE 802.3
adalah sebuah kumpulan standar IEEE yang mendefinisikan lapisan fisik
dan sublapisan media access control
dari lapisan data-link
dari standar Ethernet
berkabel. IEEE 802.3 mayoritas merupakan teknologi Local Area Network
(LAN), tapi beberapa di antaranya adalah teknologi Wide Area Network
(WAN).
IEEE 802.3 juga merupakan sebuah teknologi yang mendukung arsitektur jaringan IEEE 802.1.
Sebuah frame IEEE 802.3 terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
IEEE 802.3 juga merupakan sebuah teknologi yang mendukung arsitektur jaringan IEEE 802.1.
Sebuah frame IEEE 802.3 terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
- Header IEEE 802.3:
- Preamble
- Start Delimiter
- Destination Address
- Source Address
- Length
- Header IEEE 802.2 Logical Link Control:
- Destination Service Access Point (DSAP)
- Source Service Access Point (SSAP)
- Control
- Payload
- Trailer IEEE 802.3:
- Frame Check Sequence (FCS)
Preamble
Field Preamble adalah
sebuah field berukuran 7 byte yang terdiri atas beberapa bit
angka 0 dan 1 yang dapat melakukan sinkronisasi dengan perangkat penerima.
Setiap byte
dalam field ini berisi 10101010.
Start Delimiter
Field Start Delimiter
adalah sebuah field berukuran 1 byte yang terdiri atas urutan bit
10101011, yang mengindikasikan permulaan frame Ethernet yang
bersangkutan. Kombinasi antara field Preamble dalam IEEE 802.3
dan Start Delimiter adalah sama dengan field Preamble
dalam Ethernet II,
baik itu ukurannya maupun urutan bit yang dikandungnya.
Destination Address
Field Destination Address
adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Destination Address
dalam Ethernet II,
kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte.
Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.
Source Address
Field Source Address adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Source Address dalam Ethernet II, kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte. Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.
Source Address
Field Source Address adalah field berukuran 6 byte yang sama dengan field Source Address dalam Ethernet II, kecuali dalam IEEE 802.3 mengizinkan ukuran alamat 6 byte dan juga 2 byte. Meskipun demikian, alamat 2 byte tidak sering digunakan.
Length
Field Length adalah sebuah field
yang berukuran 2 byte yang mengindikasikan jumlah byte dimulai
dari byte pertama dalam header LLC hingga byte terakhir
field Payload. Field ini tidak memasukkan header IEEE
802.3 atau field Frame Check Sequence. Ukuran minimumnya adalah
46 (0x002E), dan nilai maksimumnya adalah 1500 (0x05DC).
Destination Service Access Point
Field Destination Service Access
Point (DSAP) adalah sebuah field berukuran 1 byte yang
mengindikasikan protokol lapisan tinggi yang digunakan oleh frame pada node
tujuan. Field ini adalah salah satu dari field-field IEEE 802.2 Logical Link Control
(LLC). Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol (protocol
identifier) yang digunakan di dalam format frame IEEE 802.3.
Nilai-nilainya ditetapkan oleh IANA.
Source Service Access Point
Field Source Service Access Point
(SSAP) adalah sebuah field berukuran 1 byte yang mengindikasikan
protokol lapisan tinggi yang digunakan oleh frame pada node
sumber. Field ini adalah salah satu dari field-field IEEE 802.2 Logical Link Control
(LLC). Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol (protocol
identifier) yang digunakan di dalam format frame IEEE 802.3.
Nilai-nilainya ditetapkan oleh IANA.
Ø
IEEE 802.5
Standard IEEE 802.5 ( token ring)
Jaringan ring telah lama dan dipakai
untuk LAN maupun WAN. Ring merupakan kumpulan link point to point indiual yang
membentuk sebuah lingkaran. Link point to point melibatkan teknologi yang sudah
dikenal baik dan terbukti dilapangan dan dapat dioperasikan pada twisted-pair,
kabel koaksial, dan serat optik. Rekayasa ring juga hampir seluruhnya digital,
sedangkan, misalnya 802.3 memiliki komponen analog penting untuk deteksi
tabrakan. Ring juga adil dan memiliki akses saluran yang baik. Dengan
alasan-alasan ini IBM memilih ring sebagai LAN-nya dan IEEE telah memasukkan
standard token ring sebagai 802.5. Token-Ring berbasis standar IEEE 802.5 dan
beroperasi pada 4 atau 16 MBps. Dengan Token-Ring, devais network secara fisik
terhubung dalam konfigurasi ring dimana data dilewatkan dari devais ke devais
secara berurutan. Sebuah paket kontrol, yang dikenal sebagai kontrol token,
juga dilewatkan dalam ring. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil
token, mengisinya dengan data dan dikembalikan ke ring. Devais penerima akan
mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan dikembalikan ke ring.
Protokol ini mencegah terjadinya kolisi data dan menghasilkan performansi yang
lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.
Ada tiga tipe pengembangan dari
Token Ring dasar: full duplex, switched dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full
Duplex menggandakan bandwidth yang tersedia bagi devais pada network. Switched
Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data antara segmen LAN,
tidak antara devais LAN tunggal. Standar 100VG-AnyLAN mendukung format Ethernet
dan Token Ring pada kecepatan 100 MBps.
kelebihan
§ Rekayasanya
cukup mudah dan dapat berbentuk sepenuhnya digital
§ Ring-ring
dapat dibentuk dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana
sampai serat optik secara virtual
Ø IEEE
802.11
standart IEEE 802.11 (Wireless Lan)
Standard IEEE 802.11 adalah standard
yang digunakan untuk jaringan lokal menggunakan wireles. Sebuah metode CSMA/cd
telah diterapkan standard terakhir pada tahun 1998 juga telah menerapkan
metode.Sebuah Wireless Distribution System (WDS) adalah suatu sistem yang
memungkinkan interkoneksi nirkabel jalur akses dalam IEEE 802.11 jaringan. Hal
ini memungkinkan jaringan nirkabel yang akan diperluas menggunakan beberapa
jalur akses tanpa memerlukan kabel tulang punggung untuk menghubungkan mereka,
seperti yang secara tradisional diperlukan. Terkemuka WDS atas keuntungan dari
solusi lain adalah bahwa ia melindungi alamat-alamat MAC klien frame di link
antara jalur akses. Sebuah jalur akses dapat berupa utama, relay atau remote
base station. Sebuah stasiun basis utama biasanya tersambung ke kabel
Ethernet.Sebuah base station relay relay data antara BTS terpencil, klien
nirkabel atau stasiun relay baik utama atau base station relay lain. Sebuah
stasiun pangkalan terpencil menerima koneksi dari klien nirkabel dan melewati
mereka pada relay atau stasiun utama. Sambungan antara "klien" yang
dibuat dengan menggunakan alamat MAC daripada dengan menentukan IP tugas.
V.
PERENCANAAN DAN
PENGKABELAN JARINGAN
Komputer
membutuhkan sebuah media transmisi untuk dapat terhubung dan melakukan segala
bentuk kegiatan di sebuah jaringan. Media transmisi ada beberapa macam, salah
satunya adalah kabel. Kabel digunakan untuk menghubungkan antara suatu server
dengan workstation atau sebaliknya. Berikut macam – macam bentuk kabel yang
biasa digunakan dalam jaringan komputer :
5.1 Kabel
Coaxial
Kabel coaxial ditemukan pertama kali tahun 1929. Pada tahun 1940 perusahaan
AT & T membuat jaringan yang melintasi benua Amerika dengan menggunakan
kabel coaxial.
Kabel coaxial merupakan kabel yang hanya tersusun atas inti tembaga pada
intinya, dan tertutup secara menyeluruh oleh bahan plastik insulator. Bagian inti
kabel terbuat dari bahan tembaga atau alumunium yang halus berupa anyaman.
Bagian luar kabel berupa plastik coating. Selain berfungsi untuk melindungi
kabel bagian dalam, sisi luar dari kabel coaxial juga berfungsi sebagai
pentanahan (grounding).

kabel
coaxial dibedakan menjadi dua yaitu :
5.2 Thinnet
( 10Base2)
thinnet merupakan salah satu keluarga dari kabel RG-58. masing-masing ujung
kabel menggunakan konektor BNC ( British Naval Connector ). Setiap server dan
workstation yang menggunakan kabel coaxial disambungkan pada bus menggunakan
konektor jenis T.
Pada kabel thinnet, masing-masing ujung diberi sebuah
terminator berupa resistor dengan impedansi 50 Ohm. Hal ini bertujuan agar
akses workstation dengan server atau sebaliknya dapat stabil dan konsisten.
Kecepatan akses kabel thinnet adala 10 Mbps.

5.3 Thicknet ( 10Base5)
Kabel thicknet jarang digunakan pada jaringan karena harga kabel yang
terlalu mahal . ciri-ciri kabel thicknet adalah :
·
Mempunyai panjang max 500 meter
·
Ketebalan kabel mencapai kira-kira setengah inci
·
Dapat mencapai hingga 100 koneksi jaringan
·
Mempunyai kecepatan akses transmisi mencapai 10 Mbps.

Tabel macam dan penjelasan
kabel coaxial
Jenis Kabel
|
Keterangan
|
RG – 58/U – 50 Ohm
|
Kabel RG-58 dengan inti kawat
dapat berupa tembaga solid maupun hanya berupa serabut
|
RG - 58 A/U
|
Digunakan untuk kepentingan
bidang militer
|
RG – 59 – 75 Ohm
|
Digunakan untuk transmisi
data dengan jarak jauh seperti yang digunakan pada bidang televisi
|
RG - 6
|
Digunakan untuk kabel satelit
|
RG – 62 – 93 Ohm
|
Digunakan untuk Arcnet
|
5.4 Kabel TP ( Twisted Pair )
Kabel TP merupakan suatu kabel yang berintikan tembaga berukuran kecil.
Pada masing-masing kabel berisikan 8 buah kabel kecil dengan warna yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan warna pada kabel bertujuan untuk
mempermudah dalam memasukannya pada konektor RG-45.
Kabel TP terdiri dari dua macam yaitu :
·
Kabel
UTP ( Unshilded Twisted Pair )
Kabel UTP (10BaseT)
digunakan pada jaringan untuk menghubungkan computer.
Kelebihan:
a.
Kecepatan
transfer paket data hingga mencapai 100 Mbps.
b.
Harga
lebih terjangkau
c.
Pemasangan
sangat sederhana, sehingga tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya.
d.
Biaya
perawatan dan perbaikannya cukup murah sehingga biaya investasi dapat
diminimalkan.
Kelemahan:
a.
Panjang
maksimum yang diperbolehkan dalam jaringan adalah 100 meter. Apabila lebih dari
100 meter , maka paket data yang kita kirimkan akan hilang dijalan sehingga
tidak akan sampai pada tujuan.
b.
Kabel
UTP tidak tahan terhadap gangguan cuaca dalam jangka waktu yang lama.
c. Apabila UTP digunakan pada suatu
jaringan yang luas dan besar, akan terjadi penumpukan kabel pada satu titik
tempat. Hal ini akan menyebabkan tempat tersebut kurang rapi dan
akan terlihat seperti gudang kabel.
·
Kabel
STP ( Shilded Twisted Pair )
Kelebihan:
a. Memiliki
kecepatan transfer paket data mencapai 155 Mbps
b. Koneksi
lebih tahan terhadap gangguan elektrik daripada kabel UTP
Kelemahan :
a. Harga
lebih mahal dibanding kabel UTP
b. Jarang
ditemui dipasaran
c. Panjang
max yang diperbolhkan sama dengan kabel UTP 100 meter
d. Membutuhkan
suatu konektor khusus untuk groundingnya
e. Kurang
dapat mengatasi penyadapan dari pihak luar
Berdasarkan cara pemasangannya dengan LAN Card, kabel UTP ( Unshilded twisted pair) dapat kita hubungkan
dengan 3 macam cara yaitu :
v Metode
Straight
Digunakan untuk menghubungkan peralatan jaringan yang jenisnya berbeda,
misalnya antara komputer dengan hub / switch.
Pemasangan atau laplink sama dengan kabel standart. Pemasangan kabel antara
warna ujung satu dengan ujung yang lain sama dengan warna dari ujung kabel
standart, tidak ada yang perlu diubah.
Pin Kabel
|
Ujung Kabel Standart
|
Ujung Kabel Straight
|
1
|
Putih –
Orange
|
Putih -
Orange
|
2
|
Orange
|
Orange
|
3
|
Putih
- Hijau
|
Putih
- Hijau
|
4
|
Biru
|
Biru
|
5
|
Putih –
Biru
|
Putih - Biru
|
6
|
Hijau
|
Hijau
|
7
|
Putih –
Coklat
|
Putih -
Coklat
|
8
|
Coklat
|
Coklat
|

v Metode
Cross Over
Digunakan untuk menghubungkan peralatan jaringan yang sejenis misalnya
antara komputer dengan komputer, hub dengan hub dan lain-lain.
Kabel yang digunakan dalam jaringan hanya 4 buah pin kabel saja. Pin-pin
kabel yang dipakai adalah pin1, pin2, pin3, dan pin6. Dengan demikian
pemasangan kabel crossover hanya dengan menyilangkan 4 buah pin tersebut,
sedangkan kabel lainnya kita pasang sesuai dengan kabel standart.
Pin Kabel
|
Ujung Kabel Standart
|
Ujung Kabel Straight
|
1
|
Putih -
Orange
|
Putih –
Hijau
|
2
|
Orange
|
Hijau
|
3
|
Putih
- Hijau
|
Putih
- Orange
|
4
|
Biru
|
Biru
|
5
|
Putih -
Biru
|
Putih –
Biru
|
6
|
Hijau
|
Orange
|
7
|
Putih -
Coklat
|
Putih -
Coklat
|
8
|
Coklat
|
Coklat
|

v Metode
Roll Over
Digunakan untuk menghubungkan peralatan jaringan yang berbeda, misalnya
router dengan komputer, router dengan hub. Pemasangannya hanya melingkar atau
memutarbalikkan dari kabel standart sehingga ujung-ujung warna pada kabel
standart bertemu dengan ujung warna kabel rollover memutar.
Pin Kabel
|
Ujung Kabel Standart
|
Ujung Kabel Straight
|
1
|
Putih -
Orange
|
Coklat
|
2
|
Orange
|
Putih –
Coklat
|
3
|
Putih
- Hijau
|
Hijau
|
4
|
Biru
|
Putih –
Biru
|
5
|
Putih -
Biru
|
Biru
|
6
|
Hijau
|
Putih –
Hijau
|
7
|
Putih -
Coklat
|
Orange
|
8
|
Coklat
|
Putih -
Orange
|
5.5 Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik merupakan suatu jenis kabel yang berisi
serat optik yang sangat halus, digunakan untuk mentransfer data pada jaringan
komputer. Pada inti kabel terdapat serat sebai inti (core) atau sering
dinamakan dengan inner optik. Inner optik
dilapisi atau dilindungi oleh bahan gelas yang disebut dengan cladding.
Fiber optik terdapat dua jenis sumber cahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan pensignalan, yaitu Semiconductor Laser (LED). Kecepatan transfer kabel fiber optik
dapat mencapai ratusan mega bit per detik (Mbps). Oleh karena itu, serat fiber
optik juga dapat digunakan untuk mengirimkan signal listrik dengan bite rate
yang rendah dalam lingkungan noise
sekalipun.
Kabel fiber optik menurut modelnya ada dua macam, yaitu single fiber (mono mode) dan several fiber (multi mode). Single fiber
mempunyai bandwith yang lebar tetapi memiliki inti yang sangat kecil, sehingga
menyulitkan dalam penyambungan (splice).
Manfaat penggunaan
kabel fiber optik dalam suatu jaringan komputer adalah apabila kita terhubung
dengan internet maka kecepatan transfer data akan terasa lebih cepat, sehingga
kita tidak perlu menunggu terlalu lama untuk membuka suatu situs website.
Keuntungan:
a. Sangat
stabil dan konstan dalam mengakses paket data
b. Apabila
terdapat suatu hambatan dalam pengiriman paket data biasanya kendala tersebut
sangat kecil dan bukan hambatan yang berarti.
c. Kecepatan
paket data sangat tinggi dapat mencapai 1 Gbps.
d. Apabila
dalam suatu jaringan membutuhkan suatu bandwith dalam proses transmisi datanya,
maka fiber optik dapat dijadikan sebagai backbone.
Kekurangan:
a. Pemasangan
dan pemeliharaan kabel memerlukan keahlian khusus.
b. Harga
lebih mahal dibandingkan kabel TP maupun kabel coaxial.
c. Pemeliharaan
kabel lebih sulit karena berada diluar ruangan dan dengan jarak yang jauh.
Apabila terjadi gangguan seperti kabel putus, maka akan sulit sekali
mendeteksinya.
d. Perawatan
kabel membutuhkan biaya investasi yang tidka sedikit, sehingga pengguna rumahan
jarang memakai fiber optik untuk media akses jaringannya. Umumnya hanya
perusahaan-perusahaan besar saja yang menggunakan kabel ini untuk keperluan
jaringan.
VI.
KONFIGURASI DASAR
DAN PENGUJIAN JARINGAN
6.1 Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi jaringan dimaksudkan untuk memberikan nama dan identitas yang unik
dalam jaringan corporate anda. Anda perlu merencanakan suatu standard
konfigurasi jaringan didalam organisasi global business anda untk memudahkan
identifikasi dan management. Konfigurasi jaringan bisa terdiri dari identitas
unik seperti:
1. Penamaan komponen dan object jaringan
Konfigurasi
jaringan dengan memberikan standard penamaan yang universal dalam corporasi
anda sangat diperlukan sekali untuk semua komponen dan object jaringan. Adalah
suatu kebutuhan bahwa entitas jaringan seperti file server; share printer; router; switch; user; group dan system email mempunyai suatu standard penamaan
global yang unik dan konsisten. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa
entitas resources dari corporate anda dapat dengan mudah diidentifikasi dan di
temukan dalam jaringan global anda.
Jika
corporasi anda mempunyai banyak unit bisnis secara global, suatu kode ID
unit bisnis anda sangat diperlukan sebagai kode prefix dalam system penamaan.
Setiap kode ID bisnis unit haruslah unik.
Sekarang
kita kembali ke scenario dalam jaringan komputer kita sebelumnya, korporasi tambang ini mempunyai 3
unit bisnis yaitu Guinea; Hongkong dan Sidoarjo sehingga contoh penamaan dalam
unit bisnis bisa diberikan seperti berikut:
GUI
sebagai prefix untuk Guinea
HNK
sebagai prefix untuk Hongkong
SDA
untuk prefix tambang di Sidoarjo
Untuk
suatu company yang mempunyai banyak cabang bisnis, suatu prefix company bisa disambung
dengan prefix unit bisnis cabang sebagai kode untuk identifikasi bisnis cabang
seperti contoh berikut ini:
GUISML
untuk Guinea dengan bisnis cabang Smelter
GUIFRG
untuk Guinea dengan bisnis cabang Freight
System
penamaan ini akan membentuk dasar prefix kode penamaan yang bisa dipakai secara
universal untuk mendefinisikan berbagai macam komponen dan object dalam
direktori dan jaringan corporasi.
Nama komputer
Nama
komputer dari setiap server haruslah terdiri dari ID Company, ID site (jika
diperlukan), role dari server dan nomor urut yang unik (jika memang
diperlukan):
<CompanyID>
Role
dari suatu server bisa didefinisikan sebagai berikut:
Role
|
Server (Primary) Function
|
DC
|
Domain
controller
|
SQL
|
SQL
Database Server
|
MAIL
or EXCH
|
Mail
or Exchange server
|
FS
|
File
and Print server
|
GUISMLDC01
untuk Domain Controller – Guinea unit bisnis Smelter #01
Konfigurasi
Jaringan lain mengenai penamaan adalah penamaan Piranti jaringan seperti
Router; Switch; yang sangat diperlukan untuk memberikan identifikasi secara
konsisten dalam group corporasi anda.
Penamaan
Switch Standard
Systaxnya
adalah ebagai berikut:
<
CompanyID>-< Location>-
Location
seharusnya tidak lebih dari 8 karakter (hanya sebagai panduan saja) dan
digunakan untuk mendefinisikan nama yang bersifat lokal yang unik. Hal ini bisa
berdasarkan pada .
S
mendefinisikan jenis piranti SWITCH Lan
CS mendifinisikan
core SWITCH Lan
Sebagai
contoh adalah yang berikut, jika core Switch Lan ke dua di Guinea Smelter di
lantai 1 maka penamaannya adalah: GUISML-L1-CS2
Penamaan
standard Router
Hostname
dari suatu router harus terdiri dari kode ID company, lokasi, jenis router dan
nomor urut unik (jika ada):
<
CompanyID>- Location>-
R
dipakai sebagai jenis router yang dipakai
CR
adalah jenis Core Router yang biasa dipakai sebagai titik penghubung ke
jaringan WAN (interlink).
2. Konfigurasi IP address
Jika
suatu piranti ingin berkomunikasi mnggunakan TCP/IP, maka setiap piranti
memerlukan IP Address. Artikel lain akan membahas secara detil mengenai IP
Addressing ini. Kembali ke scenario awal kita mengenai koneksi jaringan, mari kita lihat diagram core
sederhana dibawah ini yang menghubungkan kedua gedung Mining dan HRD.

Konfigurasi Jaringan Diagram
Kita
lihat bahwa konfigurasi jaringan di Mining office (MO) mempunyai file server
sendiri (GUISML-MO-FS01) yang hanya akan di akses oleh para enginner geologi di
gedung Mining. Penempatan resource server yang sering di akses pada area yang
dekat para pengakses bakal meningkatkan respons time jaringan.
Pemberian
IP address pada Server dan Switch dalam konfigurasi jaringan haruslah
menggunakan IP addres yang fix. Yang perlu anda punyai adalah dokumentasi yang
memadai – mengenai register dari Fix IP address seperti dalam table berikut ini
sebelum dikonfiguraskan kedalam piranti jaringan.
IP
Address register – Guinea Smelter
IP
Address
|
ID
piranti
|
Keterangan
|
192.168.100.254
|
GUISML-HR-R01
|
E0
Core Router di gedung HRD untuk koneksi WAN
|
192.168.100.253
|
GUISML-HR-DC01
|
Domain
controller #01 gedung HRD
|
192.168.100.252
|
GUISML-HR-DC02
|
Domain
controller #02 gedung HRD
|
192.168.100.251
|
GUISML-HR-FS03
|
File
server #03 di gedung HRD
|
192.168.100.250
|
GUISML-HR-Cs1
|
Core
switch #1 di gedung HRD
|
…..
|
||
…..
|
||
192.168.100.1
to
192.168.100.220
|
DHCP
IP pool
|
Reserve
IP for DHCP IP address pool
|
6.2 Cara Pengujian Jaringan
Ketika kita terhubung dengan jaringan pastinya kita akan
berpikir bagaimana cara kita memastikan jaringan sudah terhubungan dengan
jaringan yang lain. Ada 2 cara untuk mengujinya yaitu dengan cara hadware dan
software.
Secara Hardware :
Secara Hardware :
- Perhatikan lampu indikator NIC nya. kalau warna hijau maka jaringan sudah oke.
- Perhatikan lampu indikator di hub atau switch apabila menyala maka jaringan sudah jalan.
- Teslah kabel jaringan dengan tester, apabila warna-warnanya aktif dan berturut-turut maka kabel jaringan oke...
Secara
software :
- Find computer pada neighbourhood indikasi bola telah terhubung adalah akan ditemukan komputer name yang sesuai dengan pencarian jika computare namenya benar.
- Double klik pada ikon neighbour akan muncul komputer name,selain computer name milik kita sendiri
- Windows explorer pada drive network neighbour hood akan muncul computer name selain milik kita sendiri.
- Ping IP addres komputer lain, maka akan mendapat balasan pengiriman data dari komputer yang kita hubungi sedang aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita contoh.
VII.
NETWORKING ADDRESS
TRANSLATION (NAT)
7.1 Network Address Translation (NAT)
Dalam FreeBSD,
mekanisme Network Address Translation (NAT) dijalankan oleh program Natd yang bekerja sebagai
daemon. Network Address Translation Daemon (Natd) menyediakan solusi untuk permasalahan penghematan ini
dengan cara menyembunyikan IP address
jaringan internal, dengan membuat paket yang di-generate di dalam terlihat seolah-olah dihasilkan dari mesin yang
memiliki IP address legal. Natd
memberikan konektivitas ke dunia luar tanpa harus menggunakan IP address legal dalam jaringan internal.
Natd menyediakan
fasilitas Network Address Translation untuk digunakan dengan socket divert. Natd
mengubah semua paket yang ditujukan ke host
lain sedemikian sehingga source IP addressnya berasal dari mesin Natd.
Untuk setiap paket yang diubah berdasarkan aturan ini, dibuat tabel translasi
untuk mencatat transaksi ini.
Dengan NAT, aturan
bahwa untuk berkomunikasi harus menggunakan IP address legal, dilanggar.NAT bekerja dengan jalan
mengkonversikan IP-IP address ke satu atau lebih IP address lain. IP address yang dikonversi adalah IP address yang diberikan untuk tiap mesin dalam jaringan internal
(bisa sembarang IP). IP address yang
menjadi hasil konversi terletak di luar jaringan internal tersebut dan
merupakan IP address legal yang
valid/routable.
7.2 Mekanisme NAT
Sebuah paket TCP
terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah satu field yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan nomor port asal dan tujuan.
Saat mesin A
menghubungi mesin B, header paket
berisi IP A sebagai IP address asal
dan IP B sebagai IP address tujuan. Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya dipilih oleh mesin
pengirim dari sekumpulan nomor port)
dan nomor port tujuan yang spesifik,
misalnya port 80 (untuk web).
Kemudian B menerima paket
pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai
nomor port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal & tujuan dan nomor port asal & tujuan dalam header paket. Sehingga keadaan sekarang
IP B adalah IP address asal dan IP A
adalah IP address tujuan. Kemudian B
mengirim paket itu kembali ke A. Selama session
terbuka, paket data hilir mudik menggunakan nomor port yang dipilih.
Router (yang biasa – tanpa Natd)
memodifikasi field MAC address asal & tujuan dalam header ketika me-route paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan
nomor sequence asal & tujuan
tidak disentuh sama sekali.
NAT juga bekerja atas
dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP address jaringan internal yang mengirim
paket melewatinya. Lalu men-set tabel
nomor port yang akan digunakan oleh
IP address yang valid. Ketika paket
dari jaringan internal dikirim ke Natd untuk disampaikan keluar, Natd melakukan
hal-hal sebagai berikut:
1. Mencatat IP address dan port asal dalam tabel translasi
2. Menggantikan nomor
IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid
3. Menetapkan nomor port khusus untuk paket yang dikirim
keluar, memasukkannya dalam tabel translasi dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus ini.
Ketika paket balasan
datang kembali, Natd mengecek nomor port tujuannya. Jika ini cocok dengan
nomor port yang khusus telah
ditetapkan sebelumnya, maka dia akan melihat tabel translasi dan mencari mesin
mana di jaringan internal yang sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis
kembali nomor port dan IP address
tujuan dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan dulu
untuk memulai koneksi. Lalu mengirim paket ini ke mesin di jaringan internal
yang dituju. Natd memelihara isi tabel translasi selama koneksi masih terbuka.
Gambar Contoh Mekanisme Natd

Perbedaan dengan sistem Proxy
Hampir mirip dengan
NAT, suatu jaringan kecil dengan proxy
bisa menempatkan beberapa mesin untuk mengakses web dibelakang sebuah mesin yang memiliki IP address valid. Ini juga merupakan langkah penghematan biaya
dibanding harus menyewa beberapa account
dari ISP dan memasang modem & sambungan telepon pada tiap mesin.
Namun demikian, proxy server ini tidak sesuai untuk
jaringan yang lebih besar. Bagaimanapun, menambah hard disk dan RAM pada server proxy
supaya proxy berjalan efisien tidak
selalu dapat dilakukan (karena constraint
biaya). Lagi pula, persentase web page
yang bisa dilayani oleh cache proxy akan makin menurun sejalan dengan
semakin menipisnya ruang kosong di hard
disk, sehingga penggunaan cache proxy menjadi tidak lebih baik dari pada
sambungan langsung. Tambahan lagi, tiap koneksi bersamaan akan meng-generate
proses tambahan dalam proxy. Tiap
proses ini harus menggunakan disk I/O
channel yang sama, dan saat disk I/O
channel jenuh, maka terjadilah bottle
neck.
NAT menawarkan solusi
yang lebih fleksibel dan scalable.
NAT menghilangkan keharusan mengkonfigurasi proxy/sock dalam tiap client. NAT lebih cepat dan mampu menangani trafik network untuk beribu-ribu user secara simultan.
Selain itu, translasi
alamat yang diterapkan dalam NAT, membuat para cracker di Internet tidak mungkin menyerang langsung sistem-sistem
di dalam jaringan internal. Intruder
harus menyerang dan memperoleh akses ke mesin NAT dulu sebelum menyiapkan
serangan ke mesin-mesin di jaringan internal. Penting di ketahui bahwa,
sementara dengan NAT jaringan internal terproteksi, namun untuk masalah security, tetap saja diperlukan paket filtering dan metoda pengamanan lainnya
dalam mesin NAT.
Contoh
Kasus Installasi Natd
Sebuah perusahaan
kecil memiliki sejumlah komputer dan sambungan ke Internet. Komputer-komputer
itu saat ini telah membentuk suatu LAN. Sambungan Internet-nya diasumskan
berupa dedicated T1 link
Langkah-langkah yang harus
dilakukan
1. Installasi
FreeBSD
Sediakan satu komputer untuk dijadikan Gateway. Penulis menyarankan penggunaan FreeBSD RELEASE 2.2.6 (Natd hanya
jalan di FreeBSD 2.2.1 ke atas), karena selain gratis juga requirement hardware-nya
tidak terlalu boros. PC 486 dengan 16 MB memory
dan HD 850 MB juga sudah cukup mewah.
Untuk mengetahui proses installasi
FreeBSD, silahkan baca kembali tulisan-tulisan di Infokomputer sebelumnya dan
manual FreeBSD sendiri.
2. Installasi
Gateway
Pasang 2 network interface agar
mesin ini menjadi gateway. Network Card (misal NE2000 atau 3COM) satu dihubungkan ke jaringan internal
dan satu lagi untuk koneksi ke ISP.
Misalnya dua-duanya NE2000 Compatible.
maka nick untuk card yang menghadap ke dalam adalah ed0 dan untuk card yang
menghadap keluar adalah ed1.
Pastikan juga option gateway = ”YES”
tertulis dengan benar dalam file
rc.conf. Atau bisa juga dengan mengetik perintah: sysctl -w
net.inet.ip.forwarding=1
3.
Installasi Firewall
Pasang IP firewall di mesin FreeBSD ini. Caranya adalah :
a.
Edit
kernel source di /usr/src/sys/i386/conf
Tambahkan
option-option berikut ini pada file kernel.
options IPFIREWALL
options IPFIREWALL_VERBOSE
options “IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=100”
options IPDIVERT
b.
Compile
kernel tersebut
c.
Aktifkan
firewall di rc.conf dengan
menambahkan
firewall="YES"
firewall_type="OPEN"
3. Installasi
Natd
Langkah-langkahnya adalah sbb:
a.
Download source nya di ftp://ftp.suutari.iki.fi/pub/natd
b.
Unzip dan untar archive tersebut dengan perintah
gzip
-dc natd_1.12.tar.gz | tar -xvf -
c.
Lakukan
make dan make install di direktori yang dihasilkan. Ketikkan perintah
berikut:
cd
natd_1.12
make
make
install
d.
Edit
startup file supaya Natd berjalan
secara otomatis
Buat
file natd.sh di /usr/local/etc/rc.d. Isi file tersebut adalah
#!/bin/sh
/sbin/ipfw -f flush
/sbin/ipfw add divert 13494 ip from any to any via ed0
/sbin/ipfw add pass all from 127.0.0.1
to 127.0.0.1
/sbin/ipfw add pass ip from any to any
/usr/local/sbin/natd -port 13494 -interface
ed0
Arti
dari file ini adalah:
v
Hapuskan
semua rule firewall
v
Tambahkan
feature divert di port 13494 (Anda bisa mengganti ini
dengan port yang Anda inginkan) untuk
mendiversi paket dari dan ke gateway
lewat interface ed0
v
Bolehkan
semua paket lewat di atas local host
v
Bolehkan
semua paket IP lewat semua interface
v
Jalankan
Natd dengan menjadi daemon yang
menunggu di port 13494 via interface ed0.
e.
Reboot
mesin FreeBSD-nya supaya setting bisa diaktifkan.
4. Konfigurasikan
TCP/IP Client.
Jadikan nomor IP card ed0 di FreeBSD sebagai gateway
dari tiap workstation, IP tiap-tiap work station harus berada dalam network yang sama dengan card ed0 yang ada di mesin gateway. Misal ed0 di-beri nomor IP 192.168.1.1 dan ed1 167.205.19.5, maka workstation
diberi nomor IP 192.168.1.2 s/d
192.168.1.14 jika digunakan mask 16
atau 255.255.255.240. ed1 adalah interface
yang memiliki IP address valid
Setelah semuanya
langkah-langkah di atas dijalankan dengan baik maka, applikasi Internet di client siap dijalankan via NAT.
Untuk
kasus lain misalnya sambungan ke Internet-nya menggunakan modem, maka
mekanismenya sama saja, tinggal diganti interface
di gateway yang menghadap keluar
dengan interface modem (tun0) dan
jalankan program ppp untuk men-dial
ISP-nya. Khusus untuk dial-out, ppp
sebenarnya memiliki mekanisme sendiri untuk kasus ini yaitu dengan option
-alias. Jadi jika kita menjalankan ppp dengan option -alias maka kita tidak
perlu menjalankan Natd, karena option ini menyediakan fasilitas yang sama
dengan Natd khusus untuk dial-out.
Natd
hanyalah salah satu cara untuk menghemat persediaan IP address yang semakin menipis. Dengan adanya fakta bahwa untuk
bergabung ke Internet, host pencari
informasi (Client) sebenarnya tidak
perlu memiliki IP address legal, maka
IP address legal tersebut bisa
dicadangkan untuk host-host penyedia
informasi (Server). Penelitian untuk
terus memperbaiki performansi Internet ini masih terus dikembangkan. Sekarang
ini juga sedang dikembangkan model IP versi baru yaitu IP versi 6 (IPv6), yang
bisa menampung lebih banyak lagi komputer-komputer di Internet. Namun demikian
untuk kondisi sekarang, Natd masih merupakan solusi ampuh sebelum IPv6
diterapkan.
VIII.
INTRAGATION SERVICES
DOMAIN NETWORKING
8.1
PENGERTIAN
ISDN
ISDN (Integrated Services Digital
Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara,
dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan
konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup
pelayanan yang luas.
ISDN diprakarsai oleh H. Shimada pada
suatu pertemuan CCITT tahun 1971. Kemudian, aplikasi ISDN segera terwujud
setelah CCITT merekomendasikan standar Red Book (1985) dan
standar Blue Book (1988) dalam wujud Narrow Band (N-ISDN).
8.2
KOMPONEN / alat
dalam ISDN
Sistem ISDN terdiri dari lima buah
komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya,
yaitu terminal
Equipment, terminal Adapter , Network Termination, Line
Termination, dan Local Exchange.
TE1 : Terminal dg kemampuan protokol yang relevan dengan interface pada titik
referensi S & T dan dapat dihubungkan langsung ke sistem passive bus NT.
Contoh : Telepon ISDN; Video phone.
TE2 : Terminal yg tidak dilengkapi dengan protokol ISDN dan hanya dapat
dihubungkan ke NT dengan bantuan terminal adapter.
Contoh : Telepon konvensional (
terminal a/b ) Terminal X- 25.
NT1 : Menyediakan fungsi-fungsi yg ekivalen dg fungsi layer 1 model OSI,
memastikan bahwa TE secara pisik & elektrik sesuai dengan jaringan akses
sentralisasi pemeliharaan.
Contoh : titikterminasi fisik 2 kawat
ke 4 kawat.
NT2 : Menyediakan fungsi-fungsi yg ekivalen dengan layer 2 dan layer di
atasnya.
Contoh : PABX; LAN
LT : Titik terminasi antara jaringan akses dengan sentral ISDN. LT dapat
membentuk fungsi-fungsi seperti NT, test loop, pembangkitan sinyal dan konversi
kode.
ET : Titik terminasi jaringan akses dg sentral ISDN dimana sinyal kontrol
diproses,di mana data informasi dan data pensinyalan diproses. Juga bertugas
untuk menangani data link layer protokol DSS 1, data yg diterima diubah kedalam
format lain misal SS7 sebelum dikirim keluar ET.
TA : Perangkat interface terminal non- ISDN, agar TE2 bisa mengakses ke ISDN.
Gambar . Model Referensi ISDN
ISDN menspesifikasikan sejumlah point
reference yang mendefinisikan logical interface antara kelompok-kelompok
fungsional, seperti TA dan NT. Point-point reference tersebut adalah sebagai
berikut :
- R : Point reference antara perangkat
non-ISDN dan TA
- S : Point reference antara terminal
pemakai dengan NT2
- T : Point reference antara perangkat
NT2 dengan NT1
- U : Point reference antara perangkat
NT1 dengan LTE
8.3
METODE AKSES ISDN
Di dalam ISDN terdapat dua jenis
pelayanan, yaitu:
Basic Rate Interface (BRI) Terdiri dari 2B + D kanal. Yang mewakili 2
Bearer kanal dengan masing-masing 64 kbps untuk data dan 1 kanal D dengan 16
kbps untuk handshaking dan kontrol. Kanal pemisah untuk handshaking dan kontrol
disebut sinyal “out of band”. Kanal 2B dapat ditahan bersama-sama untuk sebuah
kanal data tunggal dengan transfer rate 128 kbps. Servis utamanya didasarkan
pada keperluan-keperluan individual user, termasuk pelanggan perumahan maupun
kantor-kantor kecil.
Primary Rate Interface (PRI) Terdiri dari 23B + D kanal. Yang mewakili
23 Bearer dengan masing-masing 64 kbps untuk data dan 1 kanal D dengan 64 kbps
untuk handshaking dan kontrol. Kanal Bearer dapat ditahan pada beberapa
kombinasi yang diperlukan.
Ditujukan untuk user-user user-user
yang dengan keperluan kapasitas yang lebih besar, seperti kantor yang memiliki
PBX digital atau sebuah LAN.
8.4
MENGAKSES ISDN
Akses Broadcast-ISDN muncul akibat dari
usaha Jerman melengkapi perumahan dan perkantoran. Ada dua cara untuk memperbesar
kapasitas pengiriman data lewat ISDN.
- SDH, yaitu alat untuk beban 150 Mbps dengan pelayanan yang berbeda dari laju data yang bervariasi
- ATM, yaitu pengembangan penyambungan paket yang memakai ukuran paket yang sama yang diesebut dengan istilah sel
Pelayanan Broadcast ISDN hampir mirip
dengan pelayanan ISDN, yaitu mempunyai:.
- Bearer Service, yaitu pemberian kanal informasi melalui pita lebar tertentu
- TeleService, yaitu pengembangan dari jenis layanan yang pertama, yang bertumpu pada kemampuan switch dan CPE. TeleService dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Pelayanan Interaktif (mencakup Conversational, Message, dan Retrieval Service), dan Pelayanan Distributif (mencakup distribusi dengan kemampuan kontrol penerimaan dan tanpa kemampuan kontrol penerimaan)
8.5
Pembentukan awal ISDN
Jaringan-jaringan konvensional (PSTN,
PDN , PSTX) digabungkan menjadi jaringan digital yang terintegrasi dengan cara
mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut, kemudian jaringan-jaringan yang
telah memenuhi konsep Integrated Digital Network diintegrasikan sehingga pada
akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua jaringan konvensional ini menjadi
sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep digital sampai ke pengguna akhir.
Awalnya, telepon jaringan menggunakan kawat atau kabel untuk sarana koneksinya.
Namun pada permulaan tahun 1960-an,
sistem telepon ini mulai dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke
sambungan paket sistem digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar bermula
ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal Bigfon di Berlin
pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang sama penggunaaan ISDN mulai
disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi ini dimulai oleh CCITT (sekarang
ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan PBB yang menangani bidang
standarisasi telekomunikasi.
8.6
Cara menggunakan ISDN
Layanan ISDN di Indonesia .
Aplikasi layanan ISDN di Indonesia
disediakan oleh PT Telkom .
Direct Dialling
In
= Telepon yang tersambung ke
jaringan PSTN/ISDN dapat secara langsung memanggil pesawat cabang STLO.
Call Diversion = Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab(answeringservice)
Do Not Disturb = Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
PBX Line Hunting Service = Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
Three Party Service = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.
Freephone = Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.
Speed Dialling = Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.
Call Waiting = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.
Centrex Service = Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secarakhusus.
Call Diversion = Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab(answeringservice)
Do Not Disturb = Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
PBX Line Hunting Service = Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
Three Party Service = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.
Freephone = Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.
Speed Dialling = Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.
Call Waiting = Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.
Centrex Service = Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secarakhusus.
Malicious Call
Identification =
Pelanggan dapat meminta identifikasi panggilan yang diterimanya.
KESIMPULAN
Jaringan Komputer
merupakan solusi untuk kebutuhan manusia dalam pengaksesan data, hal ini
tercermin dengn meningkatnya penggunana jaringan komputer baik dalam scope
kecil maupun besar. Pengguna jasa ini pun tidak terkotaki hanya kalangan
tertentu saja, akan tetapi telah menjalar hampir ke seluruh kalangan pengguna
komputer.
Jaringan komputer memberikan sisi baik dan sisi buruk.
Salah satu sisi baiknya adalah adanya pengefisiensian penggunaan resource,
dana dan percepatan waktu dalam pengaksesannya. Akan tetapi ada dampak negatif
yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, seperti pencurian data
oleh para crecker untuk mengambil keuntungan pribadi, pengaksesan
situs-situs porno, pembobolan rekening dan kejadian cyberclaim lainnya.
Kedua side effect itu, kembali kepada pengguna, bagaimana
bisa memposisikan diri dalam melakukakannya dan jelas dapat
dipertanggungjawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
Yuhefizar,
ilmukomputer.com
Isfah, Fahmi
dkk, Jaringan Komputer: 2006
Purbo, Onno W, Jaringan Kompute #1
Tentang Penulis
:
|








Tidak ada komentar:
Posting Komentar